Kekurangan Dana, WHO Akan Hentikan Pasokan Solar Ke 20 RS di Gaza

 Kekurangan Dana, WHO Akan Hentikan Pasokan Solar Ke 20 RS di Gaza

Ilustrasi: Evakuasi pasien di Gaza.

Generator Listrik Berhenti Beroperasi

Pengumuman tersebut bertepatan dengan kelangkaan minyak dan suku cadang untuk generator listrik yang beroperasi di rumah sakit-rumah sakit Gaza.

Kondisi tersebut menyebabkan beberapa di antaranya berhenti berfungsi, menurut pernyataan Kementerian Kesehatan pada Minggu (13/9).

“Dalam beberapa hari terakhir, sejumlah generator berhenti beroperasi akibat kurangnya minyak, suku cadang, dan pasokan bahan bakar yang memadai,” kata kementerian tersebut.

Kementerian menambahkan bahwa kekurangan minyak generator di rumah sakit-rumah sakit Gaza semakin memperparah kesulitan dalam menjaga operasional generator.

Padahal, alat tersebut dibutuhkan untuk memenuhi kebutuhan listrik sehari-hari.

Generator listrik menjadi sumber utama listrik bagi rumah sakit untuk menjalankan unit-unit vital dan peralatan medis.

Hal ini terjadi di tengah pemadaman listrik total yang melanda Gaza selama tiga tahun berturut-turut sejak dimulainya perang genosida Israel pada Oktober 2023.

Generator-generator tersebut juga berhenti beroperasi akibat kekurangan bahan bakar.

Kondisi ini menyusul penutupan perlintasan Kerem Shalom antara Gaza dan Israel oleh Israel sejak Oktober 2023, serta pendudukan dan penguasaan militer Israel atas perlintasan Rafah antara Gaza dan Mesir sejak Mei 2024.

Sejak saat itu, kedua perlintasan tersebut hanya dibuka secara terbatas untuk akses keluar-masuk puluhan pasien, korban luka, dan warga yang kembali ke Gaza.

Akses tersebut juga hanya digunakan untuk masuknya bantuan kemanusiaan, bantuan darurat, dan bantuan medis dalam jumlah terbatas.

Kantor media pemerintah Gaza telah berulang kali menyatakan bahwa Israel menghindari kewajibannya berdasarkan perjanjian gencatan senjata yang berlaku sejak 10 Oktober 2025.

Israel seharusnya mengizinkan masuknya bantuan dan bahan bakar dalam jumlah yang telah disepakati, yang dibutuhkan oleh sektor-sektor vital ke wilayah kantong tersebut.

Sejak dimulainya perang genosida Israel terhadap Gaza pada 8 Oktober 2023, lebih dari 73.000 warga Palestina tewas dan lebih dari 174.000 lainnya terluka. Sementara itu, sekitar 90 persen infrastruktur di wilayah kantong tersebut telah hancur. (Anadolu)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

10 + twelve =