Bidik 300 Tenant dan 10 Ribu Pengunjung, Expo UMKM Haji dan Umrah 2026 Siap Digelar

 Bidik 300 Tenant dan 10 Ribu Pengunjung, Expo UMKM Haji dan Umrah 2026 Siap Digelar

Madiun (Mediaislam.id)–Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) Republik Indonesia mendorong penyelenggaraan Expo UMKM & Ekosistem Haji dan Umrah 2026 menjadi ruang kolaborasi untuk memperkuat ekosistem ekonomi haji dan umrah sekaligus membuka peluang yang lebih luas bagi pelaku usaha dan UMKM.

Kepala Subdirektorat Fasilitasi Kemitraan Ekosistem Ekonomi Haji dan Umrah, Suviyanto, mengatakan penyelenggaraan expo ini memiliki potensi besar karena mempertemukan pemerintah, pelaku usaha, mitra penyelenggara, serta masyarakat dalam satu ekosistem.

“Expo ini bukan hanya menjadi ruang pertemuan, tetapi juga momentum untuk membangun kolaborasi dan memperkuat ekosistem ekonomi yang tumbuh dari penyelenggaraan haji dan umrah. Karena itu, persiapannya perlu dilakukan bersama-sama agar manfaatnya dapat dirasakan semakin luas,” ujar Suviyanto dalam Rapat Teknis Persiapan Expo UMKM & Ekosistem Haji dan Umrah 2026 di Balai Kota Madiun, Selasa (15/9/2026).

Expo ini akan digelar bersamaan dengan agenda Kick Off Manasik Haji Akbar 2026. Agenda tersebut dicanangkan sebagai langkah awal untuk mempersiapkan manasik bagi jemaah haji yang akan menunaikan ibadah haji tahun 1448 H/2027 M serta masyarakat lainnya yang ingin menggali ilmu manasik haji. Agenda Kick Off Manasik Haji Akbar tersebut akan menghadirkan 15 ribu jemaah secara langsung serta 150 ribu jemaah dari seluruh wilayah di Indonesia secara daring.

Menurut Suviyanto, antusiasme terhadap penyelenggaraan expo sendiri cukup tinggi. Kegiatan tersebut diproyeksikan menghadirkan sekitar 300 tenant. Hingga tahap persiapan saat ini, sekitar 260 tenant telah tercatat untuk berpartisipasi.

Jumlah pengunjung juga diperkirakan mencapai hampir 10 ribu orang. Potensi tersebut dinilai menjadi peluang untuk memperkenalkan berbagai produk dan layanan yang mendukung kebutuhan jemaah haji dan umrah.

“Dengan jumlah tenant dan pengunjung yang cukup besar, kita ingin expo ini benar-benar memberikan nilai tambah. Bukan hanya bagi penyelenggara kegiatan, tetapi terutama bagi pelaku usaha yang menjadi bagian dari ekosistem haji dan umrah,” katanya.

 

Jawa Timur Miliki Potensi Besar

Suviyanto menjelaskan, Jawa Timur dipilih sebagai salah satu lokasi strategis penyelenggaraan expo karena memiliki jumlah jemaah haji yang besar. Selain itu, Kota Madiun juga merupakan sentra perdagangan dan bisnis di wilayah Jawa Timur. Kondisi tersebut sekaligus menunjukkan besarnya potensi pasar bagi pengembangan ekosistem ekonomi haji dan umrah.

“Jawa Timur memiliki basis jemaah yang sangat besar. Ini menjadi kekuatan yang perlu kita hubungkan dengan pelaku usaha dan UMKM agar aktivitas haji dan umrah juga mampu memberikan dampak ekonomi yang lebih luas bagi masyarakat,” jelas Suviyanto.

Kemenhaj, lanjutnya, ingin mendorong agar produk-produk UMKM yang terlibat dalam ekosistem haji dan umrah tidak berhenti pada pasar lokal. Produk yang memiliki kualitas dan daya saing diharapkan dapat berkembang pada skala nasional hingga menembus pasar internasional.

“Harapannya UMKM kita bisa naik kelas. Dari yang awalnya bermain di tingkat daerah, kemudian mampu masuk ke pasar nasional, bahkan kalau memungkinkan menjadi bagian dari rantai ekonomi haji dan umrah di tingkat internasional,” ujarnya.

Kemenhaj juga mendorong agar model penyelenggaraan expo dapat dikembangkan ke sejumlah wilayah lain. Dalam rencana awal, kegiatan serupa berpeluang diselenggarakan antara lain di Yogyakarta, wilayah Sulawesi, dan Padang.

Suviyanto berharap penyelenggara kegiatan, pemerintah daerah, pelaku usaha, serta berbagai pemangku kepentingan dapat membangun pola kolaborasi yang kuat sejak tahap perencanaan.

“Penyelenggaraan kegiatan sebesar ini tidak mungkin berjalan sendiri. Dibutuhkan sinergi antara pemerintah, pemerintah daerah, pelaku usaha, penyelenggara acara, komunitas, dan seluruh unsur yang memiliki keterkaitan dengan pelayanan haji dan umrah,” tegasnya.

Kolaborasi tersebut dinilai semakin penting karena ekosistem haji dan umrah Indonesia memiliki skala yang besar. Dengan basis jemaah yang luas, pengembangan sektor ekonomi pendukung membutuhkan koordinasi serta kesinambungan program dari pusat hingga daerah.

“Yang ingin kita bangun adalah ekosistem. Ketika semua pihak bergerak bersama, kegiatan seperti expo tidak berhenti menjadi sebuah event, tetapi dapat menjadi pintu masuk untuk membangun kemitraan dan peluang ekonomi yang berkelanjutan,” pungkas Suviyanto.*

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

6 − 1 =