Kekurangan Dana, WHO Akan Hentikan Pasokan Solar Ke 20 RS di Gaza
Ilustrasi: Evakuasi pasien di Gaza.
Kota Gaza (Mediaislam.id) – Direktur Jenderal Kementerian Kesehatan Gaza, Munir al-Bursh, Senin (14/9), mengatakan bahwa Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) memutuskan untuk menghentikan pasokan solar ke lebih dari 20 rumah sakit dan pusat kesehatan di Gaza.
Keputusan ini diambil akibat kekurangan pendanaan yang dialami badan kesehatan dunia tersebut.
“WHO mengumumkan penghentian pasokan solar ke lebih dari 20 rumah sakit dan pusat kesehatan mulai 19 September karena kurangnya pendanaan,” kata Bursh dalam sebuah pernyataan.
Belum ada komentar langsung dari WHO mengenai keputusan yang disebutkan oleh Kementerian Kesehatan Gaza tersebut.
Meski demikian, organisasi itu dalam beberapa bulan terakhir telah memperingatkan tentang penurunan pendanaan untuk kegiatan dan program-programnya.
“Jumlah bahan bakar terbatas yang sampai ke wilayah tersebut hampir tidak cukup untuk menjaga fasilitas kesehatan tetap beroperasi,” kata Bursh.
“Penghentian pasokan ini tidak hanya berarti matinya generator listrik, tetapi juga penutupan ruang operasi dan unit perawatan intensif. Hal ini memicu gangguan pada ventilator dan instalasi oksigen, serta ancaman terhadap nyawa anak-anak di inkubator, pasien dialisis, korban luka, dan penderita penyakit kronis,” tambahnya.
Dia mengatakan bahwa krisis itu juga akan melumpuhkan layanan ambulans.
Selain itu, sistem rantai dingin untuk obat-obatan dan vaksin turut terancam lumpuh.
“Krisis bahan bakar ini mendorong rumah sakit menuju penutupan total. Kondisi ini membuat pasien menghadapi risiko kematian yang sebenarnya dapat dicegah,” kata Bursh.
Dia menggambarkan pemutusan pasokan bahan bakar ke rumah sakit sebagai pembunuhan senyap terhadap pasien di tempat tidur mereka.
Dia mendesak WHO, para donor, dan masyarakat internasional untuk memikul tanggung jawab mendesak mereka.
Masyarakat internasional diminta memastikan kelanjutan pasokan bahan bakar dan minyak dalam jumlah yang memadai, serta menjamin pengiriman yang aman dan berkelanjutan ke seluruh fasilitas kesehatan.
