MUI Dukung Pemerintah RI Gerakkan OKI untuk Bebaskan Sembilan WNI

 MUI Dukung Pemerintah RI Gerakkan OKI untuk Bebaskan Sembilan WNI

Salah satu kapal dalam rombongan Global Sumud Flotilla 2.0 ketika berangkat dari Pelabuhan Marmaris, Turki, 14 Mei lalu. [Reuters]

Pembebasan tanpa syarat ini dituntut sebagai bentuk tanggung jawab mutlak Pemerintah Israel terhadap keselamatan misi kemanusiaan dunia. MUI menegaskan bahwa keselamatan para aktivis internasional sepenuhnya berada di tangan militer zionis yang melakukan penyergapan.

Selain menuntut Israel, MUI memberikan dukungan penuh terhadap langkah-langkah diplomasi taktis yang diambil oleh Pemerintah Republik Indonesia. Pemerintah RI diharapkan mampu menggerakkan kekuatan diplomatik internasional guna menekan Israel agar segera melepaskan para sandera.

MUI secara khusus mendorong Pemerintah RI untuk segera menjalin komunikasi intensif dengan Organisasi Kerja Sama Islam (OKI). Langkah strategis ini perlu diperkuat dengan merangkul negara-negara terkemuka di kawasan Timur Tengah serta negara sahabat lainnya.

Negara-negara kunci seperti Mesir, Yordania, dan Turki diharapkan dapat mengambil peran penting dalam proses negosiasi ini. Kolaborasi internasional ini sangat krusial untuk memastikan keselamatan fisik dan pembebasan segera sembilan WNI tersebut.

Tidak berhenti pada jalur diplomasi antarnegara, MUI juga mendesak keterlibatan lembaga hukum tertinggi di tingkat global. Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa (DK PBB) dan Mahkamah Internasional didesak untuk segera mengambil tindakan nyata.

Kedua lembaga dunia tersebut diminta mengusut tuntas pelanggaran hukum internasional yang dilakukan oleh tentara zionis Israel. Kasus kejahatan di perairan internasional ini harus segera diajukan ke meja hijau pengadilan dunia.

Pihak-pihak yang bertanggung jawab harus diseret ke The International Criminal Court (ICC) serta The International Court of Justice (ICJ). Langkah hukum ini dinilai penting agar memberikan efek jera dan menghentikan kesewenang-wenangan Israel di masa depan.

Secara eksternal, MUI senantiasa mengajak dan menyerukan umat Islam serta seluruh masyarakat dunia untuk tidak tinggal diam. Solidaritas global harus terus digalang guna memberikan bantuan moral maupun material bagi perjuangan rakyat Palestina.

Masyarakat dunia diminta terus menyalurkan bantuan melalui lembaga-lembaga filantropi resmi yang bergerak di bidang kemanusiaan. Tekanan publik internasional juga diperlukan guna mendesak zionis Israel agar segera menghentikan blokade total terhadap Gaza.

MUI mengingatkan bahwa agresi militer dan penutupan jalur bantuan kemanusiaan ke Gaza harus diakhiri demi menyelamatkan jutaan nyawa. Segala bentuk penjajahan dan tindakan semena-mena di atas bumi Palestina harus dihapuskan karena tidak sesuai dengan perikemanusiaan.

Pada bagian akhir maklumatnya, para ulama mengajak seluruh lapisan masyarakat Indonesia untuk mengetuk pintu langit melalui doa. Kekuatan doa diharapkan menjadi pelindung utama bagi para relawan yang saat ini berada dalam sekapan militer.

Umat Islam diajak mendoakan dengan tulus semoga sembilan WNI tersebut selalu berada dalam lindungan Allah dan dalam keadaan selamat. Semoga mereka dapat segera kembali ke tanah air dengan selamat tanpa kurang suatu apa pun.

MUI berharap para pejuang kemanusiaan ini bisa secepatnya berkumpul kembali bersama keluarga tercinta mereka di Indonesia. Doa bersama dan dukungan spiritual ini diharapkan mengalir deras dari seluruh penjuru masjid dan musala di tanah air.[]

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

17 + eleven =