Lembaga HAM Israel Ungkap Penyiksaan Aktivis Global Sumud di Tahanan
Seorang anak di Gaza melihat mural yang menggambarkan bagaimana kapal-kapal GSF dicegat militer Israel, Selasa (19/05). [AFP via Getty Images]
Istanbul (Mediaislam.id) – Kelompok hak asasi manusia asal Israel, Adalah, mendokumentasikan kesaksian mengerikan mengenai aktivis kemanusiaan Global Sumud Flotilla menuju Gaza yang mengalami penyiksaan berupa sengatan listrik serta kekerasan fisik dan psikologis selama berada dalam tahanan militer zionis.
Pihak Adalah pada Rabu, 20 Mei 2026, menyatakan bahwa sedikitnya tiga orang aktivis harus dirawat di rumah sakit akibat mengalami luka serius.
Selain korban luka parah, puluhan relawan kemanusiaan lainnya diduga kuat mengalami patah tulang rusuk serta kesulitan bernapas akibat tindakan kekerasan selama masa penahanan berlangsung.
Organisasi Adalah mengatakan bahwa tim hukumnya telah berhasil mengumpulkan berbagai kesaksian yang saling berkesesuaian mengenai penggunaan alat sengatan listrik secara berulang-ulang terhadap para aktivis yang ditahan tersebut.
Kelompok advokasi ini juga mendokumentasikan sejumlah laporan yang menyebutkan bahwa para tahanan dipaksa berada dalam posisi tubuh yang sangat menyakitkan serta menghinakan selama proses pemindahan mereka menuju Pelabuhan Ashdod.
Bentuk intimidasi fisik tersebut di antaranya adalah memaksa para relawan berjalan sambil membungkuk penuh ke depan dan diperintahkan berlutut dalam jangka waktu yang sangat lama.
Menurut laporan resmi Adalah, otoritas keamanan Israel juga melakukan tindakan pelecehan dengan cara melepas jilbab secara paksa terhadap beberapa aktivis perempuan yang ikut dalam armada kemanusiaan tersebut.
Kelompok pembela hak asasi itu menyebut bahwa para tahanan diperkirakan akan segera dihadapkan pada lembaga pengadilan atau otoritas terkait pada Kamis, 21 Mei 2026, untuk meninjau status penahanan mereka sebelum prosedur deportasi dilaksanakan.
Sebelumnya pada Rabu, 20 Mei 2026, lembaga Adalah secara terbuka menuduh otoritas pemerintah Israel tengah menjalankan sebuah kebijakan kriminal yang sistematis berupa tindakan penyiksaan dan penghinaan.
Tuduhan serius tersebut mencuat ke publik setelah sebuah rekaman video yang dibagikan di media sosial oleh Otoritas Keamanan Nasional Israel, Itamar Ben-Gvir, memperlihatkan para aktivis dipaksa berlutut dengan tangan diborgol ke belakang punggung dan wajah menghadap lantai secara paksa.
Kondisi psikologis para sandera semakin ditekan karena mereka dipaksa menghadap ke lantai secara merunduk saat lagu kebangsaan Israel diputar oleh para sipir.
