Serangan Pemukim Israrel Terhadap Warga di Tepi Barat Meluas

 Serangan Pemukim Israrel Terhadap Warga di Tepi Barat Meluas

Tepi Barat (Mediaislam.id) – Serangan pemukim Israel terus terjadi di berbagai wilayah Tepi Barat yang diduduki pada Selasa dini hari dan pagi.

Serangan tersebut meliputi penyerangan terhadap warga dan rumah mereka, upaya mengambil alih tanah, pembangunan pos pemukiman baru, serta serangan terhadap harta benda dan hewan ternak.

Di Desa Abu Nujaym, sebelah tenggara Bethlehem, seorang lansia dan istrinya mengalami luka memar pada Selasa dini hari setelah pemukim menyerang rumah mereka di dekat kompleks perumahan universitas.

Sumber keamanan mengatakan sekelompok pemukim menyerang rumah tersebut dan menyerang para penghuninya. Akibatnya, Abu Ramzi Khalif dan istrinya mengalami luka memar di tubuh mereka.

Pos Pemukiman Baru di Beit Iksa

Di Yerusalem, pemukim Israel, dengan perlindungan pasukan Israel, mulai membangun pos pemukiman baru di tanah Desa Beit Iksa, sebelah barat laut kota.

Sumber lokal mengatakan sekelompok pemukim mulai menempatkan berbagai bangunan dan perlengkapan di wilayah Khirbet al-Alawneh.

Langkah tersebut bertujuan menciptakan fakta baru di tanah desa. Pos tersebut menjadi pos kedua yang dibangun di wilayah desa dalam waktu sekitar empat bulan.

Listrik Diputus dan Rumah Warga Dikosongkan

Di Hebron, pemukim memutus dan membakar kabel listrik yang memasok wilayah Wadi al-Rakhim di selatan Yatta. Akibatnya, aliran listrik di wilayah tersebut terputus.

Di Masafer Yatta, sejumlah pemukim bersama ternak mereka berada di wilayah Hawara. Perempuan-perempuan Palestina kemudian mengejar dan mengusir mereka dari lokasi tersebut.

Di kawasan yang sama, pasukan Israel memaksa warga Palestina Isa Musaf dan keluarganya mengosongkan rumah mereka di Hawara, sebelah timur Yatta.

Sumber lokal mengatakan pasukan Israel memaksa keluarga tersebut meninggalkan rumah setelah mereka sebelumnya juga diusir dari rumah itu dua hari sebelumnya, menyusul upaya pemukim menguasai rumah tersebut dalam beberapa hari terakhir.

Warga Diganggu dan Ratusan Hewan Ternak Dicuri

Di Ramallah, Organisasi Al-Baidar untuk Pembelaan Hak-Hak Badui mengatakan seorang pemukim terlihat menggembalakan domba di sekitar rumah warga di Desa Yabrud, sebelah timur kota.

Kehadiran tersebut menimbulkan kekhawatiran warga mengenai berlanjutnya gangguan dan serangan di wilayah tersebut.

Organisasi itu mengatakan keberadaan pemukim dan ternak mereka di dekat rumah warga meningkatkan ketegangan serta mengancam kehidupan dan keamanan penduduk.

Di Deir Dibwan, sebelah timur Ramallah, organisasi tersebut mengatakan pemukim mencuri sekitar 300 ekor domba dan seekor kuda milik peternak Yusuf Fawaz Awawdeh dari wilayah al-Hayyan.

Organisasi itu menjelaskan bahwa pencurian ternak dan kuda menimbulkan kerugian besar bagi peternak dan keluarganya, terutama karena peternakan menjadi sumber penghasilan utama bagi sejumlah petani Palestina di wilayah yang menjadi sasaran.

Hanya Empat Bulan, Pos Kedua Dibangun di Beit Iksa

Pada Selasa, pemukim juga membangun pos baru di tanah Desa Beit Iksa, sebelah barat laut Yerusalem, tepatnya di wilayah Khirbet al-Alawneh.

Pos tersebut menjadi pos kedua yang dibangun di tanah desa dalam waktu sekitar empat bulan.

Sumber lokal mengatakan sekelompok pemukim, dengan perlindungan pasukan Israel, mulai menempatkan bangunan dan berbagai perlengkapan di wilayah tersebut.

Langkah itu bertujuan menciptakan fakta baru di tanah desa serta mempersiapkan pos tersebut untuk diperluas dan mengambil lebih banyak tanah Palestina.

Pos baru tersebut dibangun hanya sekitar empat bulan setelah pos pemukiman lain didirikan di tanah Beit Iksa.

Hal ini menunjukkan meningkatnya aktivitas pemukiman di sekitar desa dan menimbulkan kekhawatiran bahwa pos-pos tersebut akan berubah menjadi permukiman permanen yang terus meluas dengan mengambil tanah milik warga Palestina.

Tekanan terhadap Penduduk

Warga Beit Iksa khawatir keberadaan pos baru tersebut akan membuat mereka kehilangan akses terhadap tanah mereka dan kesulitan memanfaatkannya.

Mereka juga mengkhawatirkan pembangunan jalan untuk melayani pemukim dan menghubungkan pos tersebut dengan wilayah yang dikuasai Israel, sehingga membuka jalan bagi perluasan dan pengambilalihan lebih banyak tanah Palestina.

Selama bertahun-tahun desa tersebut menghadapi berbagai tindakan pembatasan oleh Israel, termasuk pembatasan pergerakan warga dan pengawasan ketat terhadap pintu masuk desa.

Akses warga ke sebagian tanah mereka juga dibatasi. Kondisi tersebut semakin memperburuk penderitaan mereka dan mengurangi kemampuan untuk mengelola lahan pertanian.

Pos Pemukiman sebagai Upaya Menciptakan Fakta Baru

Pos-pos pemukiman merupakan salah satu alat perluasan permukiman di Tepi Barat. Biasanya pembangunan dimulai dengan menempatkan fasilitas terbatas di tanah Palestina, kemudian berkembang secara bertahap menjadi permukiman tetap yang menciptakan kondisi baru di lapangan dengan perlindungan pasukan Israel.

Pembangunan pos kedua di Beit Iksa dalam waktu singkat menimbulkan kekhawatiran warga mengenai meluasnya pengambilalihan tanah desa dan perubahan kawasan sekitarnya menjadi wilayah terbuka untuk ekspansi pemukiman dengan mengorbankan keberadaan warga Palestina.

Serangkaian serangan tersebut terjadi di tengah meningkatnya serangan pemukim di berbagai wilayah Tepi Barat. Serangan meliputi penyerangan terhadap warga dan rumah mereka, pengambilalihan tanah, pembangunan pos pemukiman, serta serangan terhadap harta benda dan ternak.

Pada saat yang sama, pasukan Israel juga terus melakukan penggerebekan dan serangan di berbagai wilayah Tepi Barat.

sumber: infopalestina

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

13 + 16 =