Masjid, Akar Sejarah Universitas Islam dan Kiblat Sains Dunia
Ilustrasi [AI]
Seluruh rumpun ilmu agama dan umum diajarkan di sini, termasuk ilmu kedokteran, matematika, fisika, dan astronomi. Bidang sains tersebut telah mencapai tingkat kemajuan yang sangat pesat di Andalusia pada waktu itu.
Masjid Kordoba bersama seluruh masjid jami lainnya di Andalusia selalu dipadati oleh mahasiswa. Sejak awal, sistem pembelajaran di masjid universitas ini menerapkan metode halakah dan kelas di selasar masjid.
Para mahasiswa berkumpul mengelilingi profesor pilihan mereka. Sistem studi di masjid jami ini bersifat gratis tanpa memungut biaya sepeser pun dari mahasiswa.
Dalam banyak kesempatan, para mahasiswa justru mendapatkan fasilitas buku, makanan, dan pakaian secara cuma-cuma. Kebutuhan tersebut didanai melalui pengelolaan tanah wakaf serta alokasi anggaran dari kas negara (baitul mal) atau para dermawan.
Demikianlah masjid-masjid jami telah memainkan peran paling agung dalam menyebarkan ilmu dan kebudayaan di seluruh dunia Islam. Lembaga ini juga memberikan pengaruh besar terhadap arah perkembangan dan kemajuan sistem pendidikan Eropa, hingga membentuk peradaban Eropa modern.[]
(Muhammad Abdullah Inan – dengan beberapa penyesuaian, dalam Al-Arabiyyah Lin Nasyiin Jilid 6)
