Masjid, Akar Sejarah Universitas Islam dan Kiblat Sains Dunia
Ilustrasi [AI]
Halakah-halakah hadis dan fikih di Masjid Nabawi merupakan pusat studi keilmuan yang paling masyhur di wilayah Timur. Menghadiri halakah-halakah ini selalu dianggap sebagai sebuah kehormatan ilmiah yang diperebutkan oleh para ulama yang berkunjung ke Tanah Suci.
Hingga hari ini, Masjid Nabawi tetap konsisten menjalankan misi keilmuan yang agung tersebut. Halakah-halakah di dalamnya selalu makmur dipenuhi oleh para guru dan pendengar.
Sementara itu di Mesir, studi Arab-Islam bermula dari Masjid Amru. Pada awalnya, studi ini membatasi diri pada ilmu agama sebelum akhirnya mencakup seluruh ilmu sastra yang dikenal pada masa itu.
Masjid Al-Azhar telah menjalankan misi universitasnya sejak akhir abad keempat Hijriah dan masih terus berlangsung hingga zaman kita sekarang. Al-Azhar menjadi contoh paling menonjol bagi model universitas agama dan umum pada Abad Pertengahan.
Di tempat ini, kedokteran, kimia, matematika, astronomi, dan musik diajarkan bersama dengan ilmu nahu dan bahasa. Al-Azhar telah menempati posisi sebagai universitas lebih dari dua abad sebelum universitas-universitas di Eropa berdiri.
Sebagian besar universitas di Eropa baru muncul pada abad ke-12 Masehi. Beberapa contoh di antaranya adalah Universitas Oxford dan Universitas Paris.
Di belahan bumi lain, Masjid Al-Qarawiyyin di Fes menjalankan peran ilmiah penting yang serupa dengan Al-Azhar di Timur. Lembaga ini bertindak sebagai universitas terbesar di wilayah Maroko selama berabad-abad.
Hingga saat ini, Al-Qarawiyyin tetap menjalankan peran ilmiahnya yang agung dalam bentuk universitas modern. Institusi ini sukses memadukan ilmu Arab-Islam dengan ilmu-ilmu kontemporer.
Adapun di Andalusia, masjid-masjid jami telah menjadi pusat studi ilmu agama dan bahasa sejak pertama kali didirikan. Masjid-masjid tersebut bertransformasi secara cepat menjadi universitas ilmiah yang didominasi oleh karakteristik ilmu umum.
Sejak awal abad keempat Hijriah, kita dapat melihat universitas-universitas di Andalusia tampil dalam bentuk yang sangat mapan. Lembaga-lembaga ini mampu menarik minat para mahasiswa tidak hanya dari Spanyol dan Maroko, tetapi juga dari seluruh penjuru Eropa.
Banyak di antara mereka adalah mahasiswa Kristen yang memandang studi di Andalusia sebagai kiblat akademik tertinggi. Pada masa itu, kurikulum dan sains di Andalusia jauh mengungguli studi yang diajarkan di daratan Eropa lainnya.
Masjid Kordoba menjadi salah satu universitas terbesar di Andalusia pada masa tersebut. Sistem studi universitas di tempat ini dikelola dengan rapi serta didukung oleh jajaran guru terbaik di zamannya.
