Jelang Muktamar Ke-35 NU, Gus Yahya Tegaskan Orientasi Kemaslahatan Jam’iyyah

 Jelang Muktamar Ke-35 NU, Gus Yahya Tegaskan Orientasi Kemaslahatan Jam’iyyah

Gus Yahya

JOMBANG (Mediaislam.id)— Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU), KH Yahya Cholil Staquf atau Gus Yahya, menekankan pentingnya meneladani pemikiran KH Abdul Wahab Chasbullah dalam menghadapi perubahan dunia dan menentukan arah perjuangan NU.

“Mbah Wahab itu melihat dunia berubah. Dan kemudian beliau berpikir ulama dan umat Islam ini di tengah dunia yang berubah ini harus melakukan apa? Bukan hanya soal harus mempertahankan apa, tapi apa yang mepertahankan yang harus diperjuangkan ke depan,” kata Gus Yahya dalam keterangan yang diterima di Jombang, Ahad (16/08/2026) seperti dilansir Antara.

Gus Yahya menyampaikan hal tersebut saat menghadiri acara bedah buku tentang pemikiran dan biografi KH Abdul Wahab Chasbullah di Pondok Pesantren Bahrul Ulum Tambakberas, Jombang.

Menurut dia, pemikiran Mbah Wahab tidak hanya berorientasi mempertahankan warisan masa lalu, tetapi juga memikirkan hal-hal yang harus diperjuangkan untuk masa depan.

Ia mengatakan semangat tersebut harus menjiwai pelaksanaan Muktamar Ke-35 NU yang akan digelar di pesantren yang menjadi salah satu tempat perjuangan KH Abdul Wahab Chasbullah.

Menurut Gus Yahya, Muktamar Ke-35 NU menjadi momentum istimewa karena digelar pada tahun ke-100 dalam penanggalan Masehi. Acara ini berlangsung di lingkungan pesantren tempat Kiai Wahab dimakamkan.

“Saya kira muktamirin dan warga NU yang berpartisipasi di dalam muktamar ini harus ingat, ini adalah muktamar di pesantren pendiri dan Mbah Wahab ada di sini, makam beliau ada di tengah-tengah pesantren ini. Jangan sampai siapa pun yang menginjakkan kaki di atas bumi Tambakberas ini lupa kepada Mbah Wahab,” ujarnya.

Terkait gagasan mekanisme pemilihan kepemimpinan PBNU melalui ahwa maupun konsep lainnya, Gus Yahya mengatakan seluruh gagasan dapat didiskusikan sepanjang ditujukan untuk kemaslahatan jam’iyyah Nahdlatul Ulama.

Ia menegaskan gagasan dalam muktamar tidak semestinya didorong kepentingan jangka pendek atau pragmatis, tetapi harus berorientasi pada kepentingan organisasi.

“Terserap apa pun gagasan yang diajukan, itu tidak masalah sepanjang niatnya sungguh-sungguh untuk kemaslahatan NU. Kita bisa mendiskusikan apa saja asal niatnya adalah untuk kemaslahatan jam’iyyah, bukan untuk kepentingan-kepentingan jangka pendek tapi untuk kemaslahatan jam’iyyah NU,” katanya.

Gus Yahya juga menegaskan Muktamar Ke-35 NU akan diselenggarakan berdasarkan Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga (AD/ART) yang berlaku saat ini.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

6 + 16 =