Israel Tahan 1.700 Jenazah Warga Palestina untuk Alat Barter Tawanan
Ilustrasi: Kondisi tenda-tenda pengungsian warga Gaza. [Xinhua]
Istanbul (Mediaislam.id) — Israel menahan jenazah sekitar 1.700 warga Palestina untuk digunakan sebagai alat kompromi pertukaran tawanan ke depannya. Langkah tersebut tetap dilakukan meskipun tidak ada tawanan Israel yang ditahan oleh kelompok Hamas, menurut laporan Haaretz pada Senin (10/8).
Angka tersebut diungkapkan dalam diskusi terbaru di kalangan aparat keamanan Israel. Hal itu disampaikan oleh surat kabar tersebut dengan mengutip dua sumber anonim.
Kepala Badan Keamanan dan Intelijen Dalam Negeri Israel (Shin Bet), David Zini, mendukung penahanan jenazah-jenazah itu sebagai langkah antisipasi jika ada warga Israel yang ditawan atau hilang. Sikap tersebut juga didukung oleh militer Israel, tambah laporan tersebut.
Surat kabar itu menambahkan bahwa sebagian besar jenazah merupakan warga Palestina dari Jalur Gaza. Mereka diduga terlibat dalam serangan terhadap Israel pada 7 Oktober 2023 lalu maupun di sejumlah pertempuran setelahnya.
Namun, beberapa jenazah lain merupakan warga Palestina yang tidak terlibat dalam pertempuran tersebut. Keputusan ini menuai banyak perdebatan di internal mereka.
Sementara itu, sejumlah narasumber bidang hukum yang dikutip dalam surat kabar itu mempertanyakan kewenangan Israel menahan jenazah-jenazah tersebut.
Mereka menyatakan bahwa Israel tidak memiliki kewenangan untuk menahan jenazah warga Palestina yang tidak terbukti terlibat pertempuran. Penahanan baru bisa dilakukan jika otoritas pihak keamanan Israel terlebih dahulu menetapkan kebijakan resmi mengenai hal tersebut.
Pada Oktober 2025, Kampanye Nasional Palestina untuk Pemulangan Jenazah Syuhada dan Pengungkapan Nasib Orang Hilang merilis laporan penting. Laporan itu menyatakan Israel menahan sekitar 1.500 jenazah warga Palestina dari Gaza di fasilitas militer Sde Teiman, sebelah selatan Israel.
Militer Israel terus menyerang warga Palestina di beberapa wilayah Jalur Gaza. Penyerangan tersebut tetap terjadi meskipun gencatan senjata antara Israel dan Hamas telah berlaku sejak 10 Oktober 2025.
Akibatnya, serangan itu menewaskan sedikitnya 1.258 warga Palestina dan melukai 4.139 lainnya. Data ini dirilis resmi oleh Kementerian Kesehatan Gaza.
Sejak Oktober 2023, Israel telah menewaskan lebih dari 73.000 warga Palestina dan melukai lebih dari 174.000 orang dalam perang genosida. Perang tersebut juga telah menyebabkan kehancuran besar-besaran dan berdampak pada 90 persen infrastruktur di wilayah tersebut.[]
Sumber: Anadolu
