Ratusan Nahdliyin Bekasi Dalami Qanun Asasi KH Hasyim Asy’ari

 Ratusan Nahdliyin Bekasi Dalami Qanun Asasi KH Hasyim Asy’ari

Foto: NU Online (NU.or.id)

Bekasi (Mediaislam.id)–Ratusan warga Nahdlatul Ulama (Nahdliyin) dari Kota dan Kabupaten Bekasi serta Jakarta menghadiri kajian Qanun Asasi Nahdlatul Ulama (NU). Kegiatan tersebut digelar Lembaga Dakwah Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (LD-PCNU) Kota Bekasi bersama Ikatan Alumni Pesantren Tebuireng (IKAPETE) Bekasi Raya.

Kajian berlangsung di Gedung Elsaid PCNU Kota Bekasi, Sabtu (19/9/2026) siang. Kajian dipimpin Gus Fahmi Amrullah Hadziq, salah seorang cucu pendiri NU Hadratusyekh KH Muhammad Hasyim Asy’ari.

Peserta kajian berasal dari berbagai kalangan, mulai dari kiai, pengasuh pesantren, santri, pengurus NU, mahasiswa, hingga masyarakat umum.

Ketua PCNU Kota Bekasi KH Ayi Nurdin menekankan pentingnya memahami kembali Qanun Asasi sebagai salah satu karya intelektual KH Hasyim Asy’ari sekaligus fondasi pemikiran yang menjadi pijakan NU.

Menurut dia, karya-karya intelektual KH Hasyim Asy’ari menunjukkan bahwa NU memiliki tradisi intelektual yang kuat. Karena itu, NU tidak semestinya hanya dipahami sebagai organisasi yang identik dengan tradisi, tetapi juga melalui warisan pemikiran dan karya ilmiah para pendirinya.

“Kegiatan ini menjadi bagian dari ikhtiar PCNU Kota Bekasi dalam memperkuat tradisi keilmuan, dakwah, dan kaderisasi Nahdliyin dengan menjadikan karya dan pemikiran para ulama pendiri NU sebagai salah satu pijakan dalam menjalankan organisasi,” ungkapnya, dikutip dari NU Online, Senin (21/9/2026).

Ketua IKAPETE Bekasi Raya Ustadz Lukman Cecep mengatakan, Ngaji Qanun Asasi digelar sebagai bagian dari upaya menjaga semangat dan nilai-nilai yang diwariskan para ulama, khususnya bagi warga Nahdliyin di Kota Bekasi.

Menurut dia, kajian tersebut diharapkan tidak berhenti pada pembacaan teks Qanun Asasi. Lebih dari itu, kegiatan tersebut menjadi sarana untuk memahami sekaligus menghidupkan kembali nilai-nilai perjuangan ulama dalam kehidupan organisasi dan masyarakat.

“Karena memahami NU tidak cukup hanya dengan mengenal sejarah berdirinya organisasi. Lebih dari itu, warga Nahdliyin perlu memahami gagasan, nilai, dan landasan pemikiran yang menjadi pijakan NU sejak awal berdiri. Salah satu warisan penting tersebut adalah Qanun Asasi Nahdlatul Ulama, karya Hadratussyekh KH Muhammad Hasyim Asy’ari,” tuturnya.

Kegiatan tersebut turut dihadiri sejumlah pengurus PCNU Kota Bekasi. Di antaranya Wakil Rais Syuriah KH Abdus Syakur, Katib Syuriah KH Lukman Hakim, Ketua PCNU Kota Bekasi KH Ayi Nurdin, dan Sekretaris PCNU Kota Bekasi KH Nurcholiq.

Hadir pula Ketua IKAPETE Bekasi Raya Ustadz Lukman Cecep, Sekretaris IKAPETE Ustadz Mamat Qurtubi, Ketua Lembaga Dakwah PCNU Kota Bekasi Ustadz H Ilman, jajaran Tanfidziyah, serta sejumlah pengurus lembaga di lingkungan PCNU Kota Bekasi.

Kajian tersebut menjadi bagian dari upaya memperkuat pemahaman warga Nahdliyin terhadap gagasan dan landasan pemikiran yang diwariskan para pendiri NU, khususnya melalui Qanun Asasi KH Muhammad Hasyim Asy’ari.*

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

one × 5 =