Polisi Israel Halangi Umat Islam Ibadah di Masjidil Aqsha
Yerusalem (Mediaislam.id) – Puluhan ribu jamaah tetap melaksanakan salat Jumat di Masjid Al-Aqsha meskipun ada berbagai pembatasan yang diberlakukan oleh pasukan Israel di pos-pos pemeriksaan militer, di sepanjang jalan di Yerusalem yang diduduki, serta di sekitar Kota Tua dan kompleks masjid.
Dilansir Pusat Informasi Palestina, Jumat (1/5/2026), polisi Israel dikerahkan secara besar-besaran di seluruh Yerusalem yang diduduki, dengan memasang penghalang logam di gerbang Kota Tua dan Masjid Al-Aqsha. Para pemuda dihentikan, kartu identitas mereka diperiksa, dan sebagian di antaranya ditahan.
Sumber tersebut menambahkan bahwa pasukan Israel menghentikan pemuda Palestina di Jalan Al-Wad di Kota Tua, memeriksa kartu identitas mereka, memaksa mereka meninggalkan area tersebut, dan mencegah mereka mencapai Masjid Al-Aqsha.
Sejak pagi hari, warga Palestina dari wilayah yang diduduki sejak 1948 telah melakukan perjalanan menuju Masjid Al-Aqsha untuk melaksanakan ibadah dan menjaga kehadiran keagamaan di halaman masjid, sebagai respons atas seruan untuk meningkatkan jumlah kehadiran dan menghadapi upaya-upaya yang bertujuan melakukan judaifikasi serta pembagian kawasan tersebut.
Bus-bus diberangkatkan dari berbagai kota dan wilayah di daerah pendudukan 1948, membawa puluhan lansia dan perempuan untuk ikut melaksanakan salat dan tetap berada di kompleks masjid.
Mobilisasi ini dilakukan setelah adanya seruan pada hari Kamis dari para aktivis di Yerusalem dan kelompok Palestina yang mendesak warga Yerusalem serta warga Palestina dari wilayah pendudukan 1948 untuk datang ke Masjid Al-Aqsha dan menjaga kehadiran yang kuat, sebagai penegasan identitas Islamnya serta penolakan terhadap rencana-rencana yang menargetkan kawasan tersebut.
Perkembangan ini terjadi di tengah meningkatnya tindakan Israel terhadap Masjid Al-Aqsha, termasuk berulangnya masuknya para pemukim serta pembatasan akses bagi para jamaah, yang menurut warga Palestina merupakan upaya untuk memaksakan realitas baru di situs suci tersebut.
Seruan-seruan tersebut menekankan pentingnya kehadiran dalam jumlah besar dan keteguhan, khususnya pada hari Jumat, sebagai pesan tegas penolakan terhadap segala upaya yang ingin mengubah karakter keagamaan dan sejarah Masjid Al-Aqsha. []
