IAN Bekasi Perkuat Kompetensi Dakwah dan Media Mahasiswa lewat PPL

 IAN Bekasi Perkuat Kompetensi Dakwah dan Media Mahasiswa lewat PPL

Bekasi (Mediaislam.id)–Institut Attaqwa KH Noer Alie (IAN) Bekasi memperkuat kompetensi mahasiswa di bidang dakwah dan media melalui kegiatan Praktik Pengalaman Lapangan (PPL) di Pusat Dakwah Muhammadiyah. Kegiatan tersebut resmi ditutup pada Senin (21/9/2026).

Penutupan PPL sekaligus ditandai dengan penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) antara IAN Bekasi dengan TV Muhammadiyah dan Majalah Tabligh Muhammadiyah. Kerja sama tersebut menjadi bagian dari upaya memperkuat kolaborasi di bidang pendidikan, praktik profesional, dan pengembangan kompetensi mahasiswa.

Dosen Pembimbing PPL IAN Bekasi, Donny Dharmawan, M. Sos, mengatakan lima mahasiswa mengikuti kegiatan PPL dengan ditempatkan pada dua unit kerja di lingkungan media Muhammadiyah.

“Kelima mahasiswa tersebut ditempatkan pada dua unit kerja, yakni unit TV Muhammadiyah sebanyak dua orang dan Majalah Tabligh Muhammadiyah, berjumlah tiga orang” jelasnya.

Menurut Donny, PPL tidak sekadar menjadi kegiatan akademik yang bersifat administratif. Kegiatan tersebut menjadi bagian dari proses pembelajaran mahasiswa untuk menghubungkan pengetahuan teoritis yang diperoleh di perguruan tinggi dengan realitas dunia kerja dan profesional.

“PPL merupakan ruang bagi mahasiswa untuk mengalami secara langsung bagaimana ilmu yang mereka pelajari di perguruan tinggi diterapkan dalam lingkungan profesional. Terlebih bagi mahasiswa yang berada pada bidang komunikasi dan dakwah, pengalaman di lembaga media seperti TV Muhammadiyah dan Majalah Tabligh Muhammadiyah memberikan pembelajaran yang sangat kontekstual,” ujar Donny yang juga finalis Aksi Da’I Indosiar tahun 2019.

Ia menjelaskan, penempatan mahasiswa pada dua unit media tersebut memberikan pengalaman yang berbeda sekaligus saling melengkapi.

“Mahasiswa yang ditempatkan di TV Muhammadiyah memperoleh pengalaman mengenai proses kerja media audiovisual dan penyiaran, sementara mahasiswa yang berada di Majalah Tabligh Muhammadiyah mendapatkan pengalaman dalam lingkungan kerja media publikasi dan jurnalistik” ungkapnya.

Donny menilai pengalaman praktik tersebut penting di tengah perkembangan media yang menuntut mahasiswa tidak hanya memahami teori komunikasi, tetapi juga memiliki kemampuan praktis, kreativitas, kemampuan bekerja dalam tim, kedisiplinan, serta kemampuan beradaptasi dengan perkembangan teknologi dan kebutuhan masyarakat.

“Mahasiswa perlu memahami bahwa kompetensi akademik dan kompetensi profesional merupakan dua hal yang harus berjalan beriringan. Mereka tidak cukup hanya memahami konsep komunikasi dan dakwah secara teoritis, tetapi juga harus mampu menerjemahkan pengetahuan tersebut menjadi karya, pesan, dan aktivitas komunikasi yang relevan dengan kebutuhan masyarakat,” jelasnya.

 

Peroleh Pengalaman di Lingkungan Media Muhammadiyah

Donny mengatakan lingkungan Pusat Dakwah Muhammadiyah memberikan pengalaman bagi mahasiswa untuk melihat secara langsung pengelolaan aktivitas dakwah, komunikasi, dan media dalam sebuah institusi.

Menurut dia, pengalaman tersebut diharapkan menjadi bagian dari proses pembentukan sikap profesional mahasiswa sekaligus memperluas wawasan mengenai tantangan komunikasi dan dakwah di era media digital.

“Saya berharap pengalaman selama PPL ini tidak berhenti pada pemenuhan kewajiban akademik. Lima mahasiswa ini harus membawa pulang pengalaman, keterampilan, jejaring, dan terutama pemahaman baru mengenai bagaimana menjadi insan akademik yang mampu bekerja secara profesional sekaligus memberikan kontribusi positif melalui bidang komunikasi dan dakwah,” ungkap Donny.

Penutupan PPL pada Senin (21/9/2026) juga menjadi momentum penandatanganan MoU antara IAN Bekasi dengan TV Muhammadiyah dan Majalah Tabligh Muhammadiyah.

Kerja sama tersebut diharapkan membuka ruang kolaborasi yang lebih luas untuk mendukung proses pembelajaran mahasiswa melalui pengalaman praktis di lingkungan profesional.

Sebagai dosen pembimbing, Donny berharap kerja sama antara perguruan tinggi dan lembaga profesional dapat terus dikembangkan. Dengan demikian, mahasiswa memperoleh ruang belajar yang lebih luas, kontekstual, dan sesuai dengan kebutuhan perkembangan dunia komunikasi dan media.

“Kolaborasi antara perguruan tinggi dan lembaga profesional merupakan bagian penting dari penguatan pendidikan. Kampus memberikan fondasi keilmuan, sementara lingkungan profesional memberikan ruang bagi mahasiswa untuk menguji, menerapkan, dan mengembangkan pengetahuan tersebut. Saya berharap kerja sama ini dapat terus berlanjut dan memberikan manfaat bagi mahasiswa, institusi, maupun masyarakat,” pungkasnya.*

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

10 + twelve =