Kecam Sikap Diam Atas Genosida Gaza, Aktivis Pro-Palestina Kibarkan Bendera di Parlemen Jerman
Ilustrasi: Aktivis mengibarkan bendera Palestina. [AA]
Berlin (Mediaislam.id)— Bendera nasional Jerman diganti dengan bendera Palestina pada tiang bendera di depan gedung parlemen pada Ahad (8/11/2026).
Aksi ini dilakukan para aktivis untuk mengecam kebijakan pemerintah yang pro-Israel serta sikap diamnya terhadap kejahatan perang di Gaza.
Kelompok Peacefully Against Genocide menyatakan bahwa aksi tersebut bertujuan menunjukkan solidaritas terhadap rakyat Palestina. Selain itu, aksi ini diselenggarakan untuk memprotes kegagalan para politisi Jerman dalam bertindak melawan pelanggaran berat hak asasi manusia dan genosida yang menargetkan warga Palestina.
Aaron, seorang anggota kelompok tersebut, menyatakan dalam siaran pers bahwa pemerintah di seluruh dunia tidak bertindak atas nama rakyat ketika mereka berdiam diri, mengizinkan, atau mendukung genosida di Palestina. “Di mana pun di dunia genosida dilakukan, hal itu memengaruhi kita semua,” tambahnya. “Kita tidak boleh menghindar dari tanggung jawab untuk menghentikan kejahatan terhadap kemanusiaan.”
Ia mengatakan bahwa kelompok tersebut ingin mengirimkan pesan kepada rakyat Jerman dan mempertanyakan makna frasa “never again” (tidak boleh terulang lagi) jika masyarakat membiarkan hal itu terjadi kembali. “Apa arti hukum internasional jika pemerintah tidak mematuhinya? Apa arti hak asasi manusia jika tidak berlaku untuk semua orang?” tanyanya. “Ketika neraka jahanam menjadi kenyataan, kita sebagai masyarakat sipil harus mengambil tanggung jawab dan berdiri tegak demi kebebasan serta kehidupan semua orang,” tambahnya.
Kepolisian Berlin menyatakan bahwa tiga aktivis ditangkap di lokasi kejadian. Kepolisian juga telah memulai penyelidikan atas dugaan penghinaan terhadap negara dan simbol-simbol negara.
Kelompok Peacefully Against Genocide mengumumkan protes lanjutan dalam beberapa hari mendatang untuk menentang kebijakan pemerintah Jerman dan pasokan senjata yang terus berlanjut ke Israel. Tuntutan mereka mencakup desakan agar produsen senjata Rheinmetall menghentikan seluruh pengiriman ke Israel serta menutup fasilitasnya di Berlin.[Anadolu Agency]
