Zionis Israel Tutup Pos Pemeriksaan di Tepi Barat, Ratusan Guru Tak Sampai ke Sekolah

 Zionis Israel Tutup Pos Pemeriksaan di Tepi Barat, Ratusan Guru Tak Sampai ke Sekolah

Ilustrasi: Pos pemeriksaan Israel di Tepi Barat.

RAMALLAH (Mediaislam.id)— Tentara Israel menutup dua pos pemeriksaan di wilayah utara Tepi Barat pada Ahad  (20/9/2026). Langkah ini menyebabkan lebih dari 100 guru Palestina tidak dapat mencapai sekolah tempat mereka mengajar.

Direktur Pendidikan di Sektor Tubas, Azmi Balawneh, menyampaikan bahwa sebanyak 104 guru tertahan dan tidak bisa mengajar setelah tentara Israel menutup pos pemeriksaan Tayasir dan Ein Shibli di utara Lembah Yordan. Hal ini dilaporkan oleh kantor berita resmi Wafa.

Ia menjelaskan bahwa penutupan tersebut mengganggu kegiatan belajar mengajar di enam sekolah dan satu taman kanak-kanak yang menampung sekitar 1.100 siswa.

Tentara Israel menutup kedua pos pemeriksaan tersebut sebagai bagian dari pembatasan militer yang lebih luas di seluruh wilayah Tepi Barat yang diduduki.

Sementara itu, pasukan tentara Israel menyerbu Desa Al-Mughayyir di timur Ramallah, Tepi Barat bagian tengah. Menurut sumber lokal, mereka menutup akses masuk utama dan menangkap puluhan warga Palestina.

Sumber tersebut menyampaikan kepada Anadolu bahwa pasukan militer Israel dalam jumlah besar menyerbu desa tersebut pada Minggu pagi. Mereka menyebar di permukiman serta menggeledah rumah-rumah warga Palestina dengan menggerakkan unit infanteri, kendaraan militer, dan drone.

Penutupan akses masuk desa tersebut mengganggu kehadiran siswa di sekolah, serta menghalangi para pekerja dan pegawai untuk mencapai tempat kerja mereka.

Desa Al-Mughayyir telah mengalami penggerebekan dan serangan berulang kali dari pihak Israel di tengah meningkatnya aksi kekerasan terhadap warga Palestina beserta aset milik mereka di kawasan tersebut.

Sejak dimulainya perang Israel di Jalur Gaza pada Oktober 2023, tentara dan pemukim Israel terus meningkatkan serangan terhadap warga Palestina di wilayah Tepi Barat yang diduduki. [Anadolu Agency]

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

twenty − 14 =