MUI Serukan Persatuan Bangsa dan Dukung Reformasi Polri

 MUI Serukan Persatuan Bangsa dan Dukung Reformasi Polri

Logo MUI.

JAKARTA (Mediaislam.id)–Majelis Ulama Indonesia (MUI) secara resmi mengeluarkan Tausiyah Kebangsaan bernomor Kep-122/DP-MUI/XI/2026 untuk menyikapi perkembangan situasi sosial, politik, ekonomi, dan penegakan hukum di Tanah Air.

Dokumen yang ditandatangani Ketua Umum MUI KH Anwar Iskandar dan Sekretaris Jenderal Amirsyah Tambunan di Jakarta, Kamis (5/11/2026), itu menegaskan komitmen MUI sebagai pelayan umat (khadimul ummah) sekaligus mitra pemerintah (shadiqul hukumah).

Dalam tausiyah tersebut, MUI menyampaikan lima poin strategis untuk menjaga keutuhan dan stabilitas nasional. Pada poin pertama, MUI mengimbau seluruh elemen bangsa mengedepankan musyawarah yang jujur dan terbuka, dari hati ke hati, guna mencegah perpecahan dan pertikaian di tengah masyarakat.

MUI juga memberikan peringatan kepada seluruh penyelenggara negara agar senantiasa berpegang teguh pada konstitusi serta nilai-nilai adab bangsa.

“Mengingatkan kembali penyelenggara negara berdasarkan konstitusi dan nilai-nilai budaya bangsa Indonesia agar senantiasa berpijak pada prinsip dan nilai-nilai etika atau adab dalam aspek politik, ekonomi, sosial dan budaya serta penegakan hukum,” demikian bunyi poin kedua tausiyah tersebut.

Terkait penegakan hukum, MUI secara khusus menyoroti institusi kepolisian. Dewan Pimpinan MUI menyatakan dukungan penuh kepada Kepala Kepolisian Negara Republik Indonesia (Kapolri) untuk melanjutkan agenda reformasi internal Polri secara transparan dan berkeadilan.

“Memberikan kepercayaan dan dukungan penuh kepada Kapolri untuk melakukan reformasi di tubuh Polri sekaligus mengapresiasi aparat penegak hukum (APH) agar hukum berjalan dengan tegas, transparan, dan berkeadilan,” tegas MUI.

MUI menilai penegakan hukum yang adil mutlak diperlukan untuk menuntaskan berbagai potensi pelanggaran hukum yang dapat mengancam harmoni dan persatuan bangsa.

Selain menyoroti aparatur negara, MUI mendorong optimalisasi komunikasi dan dialog strategis yang melibatkan jajaran MUI daerah, organisasi kemasyarakatan (ormas) Islam, pemuda, pondok pesantren, hingga kalangan mahasiswa.

Langkah tersebut dinilai penting untuk memperkuat ukhuwah Islamiyah sekaligus memperkokoh persatuan nasional di tengah dinamika ekonomi dan politik.

Pada bagian akhir tausiyah, MUI mengimbau seluruh lapisan masyarakat untuk bersabar, menahan diri, serta mewaspadai berbagai bentuk adu domba, baik secara vertikal maupun horizontal, yang berpotensi merusak sendi-sendi kehidupan berbangsa dan bernegara.*

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

13 + seventeen =