Syekh Sabri Peringatkan Bahaya Permukiman dan Yudaisasi Israel di Sekitar Al-Aqsha

 Syekh Sabri Peringatkan Bahaya Permukiman dan Yudaisasi Israel di Sekitar Al-Aqsha

Syekh Ikrimah Shabri [foto: GettyImages]

Yerusalem (Mediaislam.id) – Syekh Ekrima Sabri, Ketua Dewan Islam Tertinggi di Yerusalem yang Diduduki, memperingatkan meningkatnya rencana permukiman dan Yudaisasi Israel yang menyasar kawasan Silwan, Batn al-Hawa, al-Bustan, dan Wadi Hilweh di kota suci tersebut.

Dalam pernyataannya pada Ahad (9/8), Syekh Sabri menegaskan bahwa berbagai rencana Israel tersebut bertujuan menciptakan “sabuk pemukim” yang semakin meluas di sekitar Masjid Al-Aqsha, dengan mengubah kawasan-kawasan di sekitarnya secara demografis dan geografis.

“Otoritas pendudukan Israel berupaya membongkar sabuk permukiman Palestina yang paling dekat dengan tembok Kota Tua Yerusalem melalui pembongkaran bangunan, pengusiran, dan pembatasan pembangunan terhadap warga Yerusalem. Pada saat yang sama, kelompok-kelompok pemukim diberi kesempatan untuk merebut properti dan tanah guna membuka ruang bagi pelaksanaan proyek arkeologi dan wisata yang mempromosikan apa yang disebut sebagai ‘Kota Daud’,” jelas Syekh Sabri.

Syekh Sabri mengecam komunitas internasional yang memperlakukan pelanggaran Israel di kota suci tersebut hanya sebagai persoalan administratif yang berdiri sendiri. Menurutnya, sikap diam dan tidak adanya tindakan tegas dari dunia internasional justru mendorong rezim Israel untuk terus menjalankan upaya sistematis dalam melakukan Yudaisasi kawasan di sekitar Masjid Al-Aqsha.

Ia menegaskan bahwa keteguhan warga Yerusalem merupakan “garis pertahanan pertama bagi Masjid Al-Aqsha.”

Karena itu, Syekh Sabri menyerukan tindakan segera dari negara-negara Arab, dunia Islam, dan komunitas internasional untuk menghentikan kampanye pembongkaran dan pengusiran Israel di kota suci tersebut.

Ia juga mendesak adanya langkah nyata untuk menghadapi berbagai rencana Israel yang dinilai bertujuan mengisolasi Masjid Al-Aqsha dari lingkungan masyarakat Palestina di sekitarnya. []

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

nine − one =