Serang Iran, AS Kuras USD25 Miliar untuk Amunisi
Serangan AS-Israel ke Iran.
Pasokan Amunisi dan Ancaman Teknologi
Menanggapi kekhawatiran soal menipisnya persediaan persenjataan, Hegseth menegaskan tidak ada kekurangan dalam pasokan amunisi secara global.
Ia menyebut anggaran yang diajukan akan memungkinkan peningkatan produksi rudal hingga tiga atau empat kali lipat dari kapasitas saat ini.
Hegseth juga membandingkan taktik Teheran dengan Korea Utara yang menggunakan senjata konvensional sebagai alat penekan politik.
Terkait isu pembelian rudal China oleh pihak Iran, Hegseth secara tegas membantah klaim tersebut dan menyatakan hal itu tidak pernah terjadi.
Ia justru menyoroti ancaman dari produksi drone asal China dan mendukung larangan penggunaan drone DJI karena alasan keamanan nasional.
Hegseth menambahkan bahwa pesawat tanpa awak akan menjadi elemen paling krusial dalam peperangan di masa depan.
Oleh karena itu, ia mengumumkan rencana pembentukan komando khusus yang berfokus pada peperangan otonom (autonomous warfare).
Ia juga mengakui bahwa persaingan teknologi, termasuk di bidang komputasi kuantum, akan menjadi penentu dominasi kekuatan dunia di masa depan.
Reorientasi Strategi Global
Terkait isu Ukraina, Hegseth mengkritik pemerintahan sebelumnya yang memberikan bantuan militer dalam jumlah besar tanpa adanya akuntabilitas yang jelas.
Namun, ia menyambut baik kontribusi negara-negara Eropa yang kini mulai ikut menanggung beban biaya dukungan bagi Kyiv.
Ketua Kepala Staf Gabungan, Jenderal Dan Caine, mengatakan perubahan cepat dalam karakter perang membutuhkan investasi yang jauh lebih besar.
“Perubahan cepat dalam karakter perang, termasuk perkembangan teknologi otonom, sistem bawah laut, ruang angkasa, siber, dan operasi informasi, membutuhkan investasi yang lebih besar,” jelas Jenderal Caine.
Ia menjelaskan bahwa seluruh rancangan anggaran tersebut memang disiapkan untuk mengantisipasi lompatan perkembangan teknologi militer.
Menanggapi pertanyaan mengenai penempatan tiga kapal induk di Timur Tengah, Caine mengakui adanya konsekuensi strategis yang cukup besar.
Meski demikian, ia menyatakan yakin bahwa Presiden Trump telah mempertimbangkan segala risiko tersebut secara matang.
Ia menambahkan bahwa penggunaan kekuatan militer nasional sepenuhnya ditentukan berdasarkan situasi politik dan keamanan yang dinilai langsung oleh presiden.[Anadolu Agency]
