LPPOM Targetkan Penguatan Toko Bahan Baku Halal
Jakarta (Mediaislam.id)–Direktur Utama LPPOM Muti Arintawati menegaskan pentingnya penguatan rantai pasok halal dari hulu dalam sambutannya pada puncak Festival Syawal 1447 Hijriah di Menara Peninsula, Jakarta, Kamis (30/4/2026).
Menurut Muti, Festival Syawal yang digelar sejak 2021 bukan sekadar agenda seremonial tahunan, melainkan wujud komitmen LPPOM dalam mendampingi pelaku Usaha Mikro dan Kecil (UMK) agar naik kelas. “Pemberdayaan UMK bukan hanya soal sertifikat halal, tetapi bagaimana pelaku usaha memiliki kapasitas untuk bersaing di pasar,” ujarnya.
Sepanjang pelaksanaan hingga tahun lalu, program ini telah mengedukasi hampir 10.000 peserta dan memfasilitasi sertifikasi halal bagi 1.502 UMK. Program tersebut juga meraih penghargaan dalam ajang Indonesia Halal Industry Awards serta dinobatkan sebagai Best NGO Initiative 2024.
Meski demikian, Muti menegaskan capaian tersebut bukan akhir. LPPOM justru melihat masih adanya tantangan besar di lapangan, terutama terkait ketersediaan bahan baku halal yang terjamin. Ia mencontohkan pelaku UMK seperti pedagang bakso atau produsen kue yang kerap kesulitan memastikan kehalalan bahan baku yang dibeli di pasar tradisional.
“Toko bahan baku yang tersertifikasi masih menjadi mata rantai yang terputus dalam ekosistem halal kita,” katanya.
Tema Festival Syawal tahun ini, “Toko Bahan Baku Halal, Langkah Awal Menuju UMKM Tangguh”, dipilih untuk menjawab persoalan tersebut. LPPOM menilai penguatan sektor hulu, termasuk toko bahan baku, menjadi kunci agar proses sertifikasi halal di tingkat hilir berjalan lebih efektif dan berkelanjutan.
Hal ini juga sejalan dengan regulasi pemerintah, di antaranya Peraturan Pemerintah Nomor 42 Tahun 2024 yang mewajibkan sertifikasi halal tidak hanya pada produk, tetapi juga jasa penjualan. Ketentuan tersebut diperkuat oleh Keputusan Menteri Agama Nomor 748 Tahun 2021 yang mencakup retail hingga kios pasar tradisional dalam kewajiban sertifikasi halal.
Sebagai langkah konkret, LPPOM telah memulai program toko bahan baku halal untuk daging dan produk beku di Bogor, serta membina lebih dari 300 pelaku UMK. Ke depan, program serupa akan dikembangkan melalui proyek percontohan di Nusa Tenggara Timur, Jawa Timur, dan Bengkulu.
Pada Festival Syawal tahun ini, LPPOM juga membuka fasilitasi sertifikasi halal bagi 100 pelaku usaha toko bahan baku. Namun hingga kini baru 61 pelaku usaha dari 19 provinsi yang bergabung, mencerminkan masih adanya tantangan dalam literasi dan akses sertifikasi.
Selain itu, rangkaian edukasi halal dalam festival ini telah menjangkau lebih dari 1.500 peserta di seluruh Indonesia. LPPOM menilai kolaborasi dengan pemerintah, mitra industri, serta sektor keuangan syariah menjadi kunci dalam memperkuat ekosistem halal nasional secara terintegrasi.
“Kepercayaan konsumen dari jaminan halal adalah fondasi utama untuk membangun usaha yang tangguh dan berdaya saing,” kata Muti.
LPPOM berharap momentum Festival Syawal 1447 H dapat memperkuat rantai pasok halal nasional, sehingga produk UMKM Indonesia tidak hanya berkembang di pasar domestik, tetapi juga mampu bersaing di tingkat global.*
