Saad bin Abi Waqqas, Pahlawan Perang Qadisiyah
Ilustrasi: Perang Qadisiyah [AI]
Kaum muslim segera memanfaatkan kesempatan emas ini untuk melancarkan serangan balik yang sangat kuat ke arah pasukan Persia yang secara jumlah jauh lebih banyak. Pertempuran sengit ini terus berlangsung secara dinamis hingga fajar menyingsing pada hari berikutnya.
Hingga akhirnya, embusan angin yang sangat kencang menerjang kemah milik Rustam dan menerbangkan singgasananya sampai terlempar ke dalam sungai. Padahal saat itu, Rustam sedang duduk santai di atas singgasananya sebagaimana kebiasaan para panglima militer bangsa Persia.
Melihat kepanikan musuh, Al-Qa’qa’ langsung membakar semangat pasukannya untuk merangsek maju mendekati posisi sang panglima. Rustam yang dicekam ketakutan segera berlari menuju sungai dengan maksud untuk menyeberanginya demi menyelamatkan diri.
Akan tetapi, seorang penunggang kuda muslim berhasil memergoki tindakan tersebut. Prajurit ini langsung terjun ke dalam air mengejar Rustam hingga akhirnya berhasil mengeksekusinya di tempat.
Kabar mengenai kematian sang panglima tertinggi segera tersebar luas dan seketika itu juga meruntuhkan mental bertarung pasukan Persia. Mereka mulai berhamburan mundur melarikan diri, sementara pasukan muslim terus melakukan pengejaran secara intensif.
Dalam pengejaran tersebut, kaum muslim berhasil menawan sejumlah besar sisa pasukan musuh serta mengamankan harta rampasan perang yang melimpah. Dengan demikian, pertempuran Qadisiyah resmi berakhir dengan kekalahan telak di pihak kekaisaran bangsa Persia.
Saad segera mengutus seorang kurir khusus untuk pergi menghadap ke kota Madinah. Kurir ini membawa misi penting untuk menyampaikan kabar gembira mengenai kemenangan yang agung ini kepada Khalifah Umar bin al-Khattab.[]
Sumber: “Rayatul Islam”, ditulis Washfi Ali Washfi.
