Ratusan Warga Israel Terobos Kompleks Masjid Al-Aqsa
Pemukim Israel berdoa di dekat Bab al-Qattanin (Gerbang Pedagang Kapas) di kompleks Masjid Al-Aqsa selama perayaan Sukkot di Yerusalem Timur yang diduduki, 28 September 2026. [AFP]
Jerusalem (Mediaislam.id) — Ratusan warga Israel menerobos masuk ke kompleks Masjid Al-Aqsa di Yerusalem Timur yang diduduki pada hari kelima perayaan Sukkot, sebuah hari raya Yahudi.
Ketika warga Israel melaksanakan ritual keagamaan Yahudi dan bernyanyi hingga melanggar status quo di kompleks tersebut pada Rabu, pembatasan oleh pihak Israel terhadap akses masuk umat Islam Palestina terus berlanjut, sebagaimana dilaporkan kantor berita Palestina, Wafa, mengutip keterangan Pemerintah Daerah Yerusalem.
Departemen Wakaf Islam Yerusalem melaporkan bahwa sekitar 700 warga Israel, termasuk mantan anggota parlemen Moshe Feiglin, menyerbu kompleks tersebut di bawah perlindungan kepolisian Israel.
Status quo historis menetapkan bahwa Departemen Wakaf memiliki tanggung jawab eksklusif untuk mengelola kompleks yang dikenal oleh umat Islam sebagai al-Haram al-Sharif atau Tempat Suci, dan oleh umat Yahudi sebagai Temple Mount, sebagai tempat ibadah khusus bagi umat Islam.
Pemerintah Daerah Yerusalem menyatakan otoritas Israel menutup jalan menuju area Gerbang Singa (Lions’ Gate), serta pintu masuk ke Jalan al-Turba yang menuju ke Kota Silwan, untuk mempermudah akses warga Israel menuju Tembok Barat.
Warga Israel kerap membedah kompleks Al-Aqsa secara berkala sejak dimulainya hari raya Yahudi awal bulan ini. Pada Selasa, sebanyak 966 warga Israel memasuki kompleks melalui Gerbang Maroko (Moroccan Gate) bersama kepolisian Israel, melakukan ritual Talmud, serta bernyanyi bersama di halaman masjid.
Rangkaian hari raya tersebut dimulai dengan Tahun Baru Yahudi pada 12 dan 13 September, dilanjutkan dengan Yom Kippur atau Hari Pengampunan Dosa pada 21 dan 22 September. Perayaan Sukkot berlangsung dari 26 September hingga 2 Oktober, yang kemudian disusul oleh Simchat Torah pada 3 Oktober sebagai penanda berakhirnya siklus tahunan pembacaan kitab Taurat di muka umum.[Aljazeera.com]
