MTQ Nasional XXXI di Semarang Hadirkan Sejumlah Pembaruan

 MTQ Nasional XXXI di Semarang Hadirkan Sejumlah Pembaruan

Direktur Jenderal Bimas Islam Abu Rokhmad

Semarang (Mediaislam.id)–Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) Nasional XXXI berlangsung di Semarang, Jawa Tengah, 11 – 20 September 2026. MTQ tahun ini menghadirkan sejumlah pembaruan, antara lain penguatan mekanisme etik dewan hakim dan perluasan ruang partisipasi bagi penyandang disabilitas.

Direktur Jenderal Bimas Islam Abu Rokhmad mengatakan, seluruh rangkaian persiapan diarahkan agar pelaksanaan MTQ berlangsung tertib sejak kedatangan kafilah hingga seluruh cabang perlombaan selesai. Para peserta dari berbagai provinsi mulai berdatangan pada 11 September 2026 dan akan mengikuti rangkaian kegiatan hingga 20 September 2026.

“Mulai tanggal 11 kita sudah mulai kedatangan tamu-tamu dari seluruh provinsi di Indonesia sampai tanggal 20 September. Kita sukseskan MTQ ke-31 di Semarang ini,” ujar Abu Rokhmad di Semarang, Jumat (11/9/2026).

Sebanyak 2.242 peserta telah ditetapkan untuk mengikuti MTQ Nasional XXXI. Jumlah tersebut terdiri atas 1.751 peserta inti dan 491 peserta cadangan. Mereka akan berlomba dalam delapan cabang yang terbagi menjadi 24 golongan dan 48 kategori, dengan dukungan 5.257 materi soal yang telah disiapkan panitia.

Dari sisi penyelenggaraan, Kemenag juga menyiapkan perangkat perlombaan secara lebih terukur, termasuk tata tertib dan kode etik bagi seluruh pihak yang terlibat. Langkah ini penting untuk memastikan proses musabaqah tidak hanya berjalan lancar secara teknis, tetapi juga menjaga integritas penilaian dan perlakuan yang adil bagi seluruh peserta.

Abu Rokhmad mengatakan kualitas penilaian menjadi salah satu perhatian utama dalam pelaksanaan MTQ. Menurutnya, khusus pada cabang tilawah, kualitas penampilan peserta bahkan dapat dirasakan langsung oleh masyarakat sehingga objektivitas penilaian harus benar-benar dijaga.

“MTQ Nasional ini adalah perlombaan yang betul-betul dilaksanakan secara objektif. Bahkan pada cabang tilawah, masyarakat awam pun dapat menilai dan merasakan kualitas performa peserta yang tampil,” katanya.

Pembaruan lain terlihat dari semakin terbukanya ruang bagi peserta dengan kebutuhan khusus. Pada MTQ kali ini, Kemenag menghadirkan ekshibisi bagi penyandang disabilitas tuli atau sensorik tuli yang diikuti 24 peserta dari sejumlah provinsi. Kehadiran kategori ini menjadi langkah awal untuk memperluas partisipasi masyarakat dalam syiar Al-Qur’an.

Kemenag juga membuka kemungkinan agar ekshibisi tersebut dikembangkan menjadi cabang perlombaan resmi pada penyelenggaraan MTQ berikutnya. Dengan demikian, MTQ tidak berhenti pada pola kompetisi yang sudah berjalan, tetapi terus menyesuaikan diri agar semakin banyak kelompok masyarakat dapat mengambil bagian.

Dari sisi lokasi, perlombaan tersebar di sejumlah titik di Kota Semarang sesuai karakter masing-masing cabang. Tilawah Dewasa dan Qiraat Sab’ah Mujawwad digelar di Lapangan Pancasila Simpang Lima, sementara tilawah anak dan remaja berlangsung di Convention Hall MAJT. Cabang tartil dan disabilitas netra ditempatkan di Studio Catwalk BBPVP Kemnaker, sedangkan hafalan Al-Qur’an, tafsir, syarhil, fahmil, khat, dan karya tulis ilmiah Al-Qur’an tersebar di sejumlah fasilitas pendidikan, pemerintahan, dan keagamaan.

Pembukaan pada Sabtu (12/9/2026) di Lapangan Pancasila juga dirancang tidak semata sebagai seremoni dimulainya perlombaan. Rangkaian acara akan membawa peserta dan masyarakat pada narasi tentang perjalanan Al-Qur’an, kebudayaan, dan sejarah Islam di Jawa melalui perpaduan musik, tari, multimedia, serta unsur budaya lokal. Konsep visual “First Light” menggambarkan cahaya yang menyebar dan kemudian bertransformasi menjadi sosok maskot MTQ, SAQUR atau Sahabat Qur’ani.

Dengan persiapan yang telah mencapai tahap akhir, MTQ Nasional XXXI di Jawa Tengah diharapkan meninggalkan capaian yang lebih luas daripada sekadar daftar pemenang. Penataan perangkat lomba, penguatan objektivitas penilaian, serta pembukaan akses bagi peserta disabilitas menjadi bagian dari upaya menjadikan MTQ semakin inklusif, profesional, dan relevan dengan perkembangan masyarakat. MTQ Nasional XXXI berlangsung pada 11–20 September 2026 di Jawa Tengah, dengan pembukaan utama pada 12 September di Lapangan Pancasila, Semarang.*

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

2 × five =