Menemukan Ketenangan Jiwa
Ilustrasi: Masyarakat Kota. [katalogy.com]
3. Buat “Kotak Rasa Syukur”
Setiap malam, tuliskan satu hal kecil yang Anda syukuri, misalnya, “Saya menikmati secangkir kopi enak di coffeshop hari ini.” Simpan catatan tersebut dalam kotak. Pada hari-hari sulit, buka kembali kotak itu untuk mengingatkan diri tentang hal-hal baik dalam hidup Anda. Dengan bersyukur kehidupan yang dihadapi Ini membantu kita mengalihkan perhatian dari hal-hal negatif ke hal-hal positif dalam hidup.
4. Membangun hubungan yang positif
membangun hubungan yang positif dengan lingkungan dan sosial dengan habiskan waktu dengan orang-orang yang mendukung dan memahami Anda dengan membentuk kelompok kecil bersama teman dekat atau keluarga untuk berbicara dari hati ke hati seminggu sekali. Karena dengan mendengar bahwa Anda tidak sendiri sudah cukup membantu dan menghindari hubungan yang toxic dengan orang sekitar yang dapat memperburuk ketenangan jiwa,
5. Koneksi dengan Alam
Luangkan waktu anda satu jam setiap minggu untuk sepenuhnya terhubung dengan alam tanpa gangguan gadget. Dengan melakukan Jalan-jalan di hutan kota atau mendengarkan suara alam bisa menjadi momen refleksi spiritual sekaligus terapi stres alami.
Awali dari Langkah Kecil
Tidak perlu mengubah seluruh hidup sekaligus. Mulailah dengan satu kebiasaan kecil seperti berjalan sambil berzikir, berkoneksi dengan alam, atau menyisihkan waktu lima menit untuk bersyukur.
Dalam dunia yang terus bergerak cepat, momen-momen sederhana ini bisa menjadi pijakan untuk menemukan kembali kedamaian jiwa Anda.
Di saat kita melangkah menuju kehidupan yang lebih baik dan tenang maka bukan hanya jiwa kita yang bahagia dan diuntungkan tetapi juga orang-orang sekitar kita dapat merasakannya. []
Zahrah Isnaini, Mahasiswi UIN Syarif Hidayatullah, Jakarta.
