Pentingnya Belajar Agama Lewat Guru
Bogor (Mediaislam.id) – Fenomena masyarakat yang cenderung menyerap pemahaman agama secara instan melalui potongan video singkat di media sosial kini menjadi tantangan serius bagi otentisitas ajaran Islam. Realitas ini disoroti secara tajam oleh Dosen Pascasarjana Universitas Ibn Khaldun (UIKA) Bogor, Dr. Buya Ibdalsyah, M.A., dalam tausiyah ba’da subuh di Masjid Ibn Khaldun, Bogor, Senin (11/05).
Dalam pemaparannya, Buya Ibdalsyah menyoroti fenomena masyarakat modern yang cenderung belajar agama secara instan melalui potongan video pendek di media sosial. Menurut beliau, kebiasaan ini sangat berisiko karena sering kali mengabaikan konteks utuh dari sebuah ajaran serta melupakan aspek penting dalam tradisi Islam, yakni adab dan kejelasan silsilah keilmuan atau sanad.
Ia menjelaskan bahwa ilmu dalam Islam bukan sekadar kumpulan informasi yang bisa diunduh secara bebas, melainkan amanah yang harus dipertanggungjawabkan. Tanpa adanya sanad atau ketersambungan guru yang jelas, seseorang berpotensi memahami sebuah dalil secara keliru dan menyebarkannya dengan cara yang salah.
“Ilmu itu adalah amanah besar dari Allah. Menyampaikan kebenaran memang sebuah kewajiban bagi setiap Muslim, namun cara penyampaiannya harus tetap santun dan penuh hikmah agar pesan tersebut tidak justru memicu perpecahan di tengah umat,” tegas Buya.
Lebih lanjut, ia menekankan bahwa belajar tanpa bimbingan guru yang kompeten dapat membuat seseorang merasa paling benar sendiri. Tanpa arahan yang tepat, penafsiran terhadap ajaran agama bisa menjadi liar, kaku, bahkan menjerumus pada pemahaman yang ekstrem yang jauh dari nilai-nilai kasih sayang.
Oleh karena itu, Buya Ibdalsyah meminta setiap Muslim untuk selalu mengedepankan prinsip tabayyun atau klarifikasi terhadap setiap informasi yang diterima di ruang digital. Langkah ini sangat penting dilakukan sebelum seseorang memutuskan untuk meyakini, apalagi menyebarluaskan konten tersebut ke platform publik.
Ia juga menambahkan bahwa adab harus selalu diletakkan di atas ilmu pengetahuan. Seseorang yang berilmu tinggi namun tidak memiliki adab dalam berkomunikasi hanya akan menciptakan kegaduhan. Sebaliknya, ilmu yang disertai adab akan membawa ketenangan dan kemaslahatan bagi masyarakat luas.
“Jangan mudah terprovokasi oleh cuplikan video yang sengaja dibuat untuk menarik perhatian. Kita harus memiliki kemauan untuk belajar langsung kepada para ulama yang memiliki jalur keilmuan yang jelas agar cara pandang kita tetap seimbang dan moderat,” tambahnya di akhir tausiyah.
Melalui kajian yang disiarkan oleh Kalam TV ini, diharapkan warga kampus UIKA Bogor dan masyarakat umum dapat lebih bijak dalam memanfaatkan teknologi sebagai sarana belajar. Baginya, integritas dalam menuntut ilmu adalah kunci utama untuk mewujudkan kehidupan beragama yang damai, beradab, dan penuh berkah. []
