Mathla’ul Anwar Dukung Program Desa Siapsiaga BNPT
Kepala BNPT Eddy Hartono (kelima kiri) saat menerima audiensi Ketua Umum Pengurus Besar Mathla’ul Anwar Kiai Haji Jazuli Juwaini (kelima kanan) di Bogor, Jawa Barat, Selasa (21/7/2026). [ANTARA]
Jakarta (Mediaislam.id) — Penanggulangan terorisme dan ideologi ekstremis tidak dapat dibebankan kepada pemerintah semata. Membentengi masyarakat dari ancaman radikalisme membutuhkan kolaborasi erat bersama organisasi kemasyarakatan keagamaan yang berakar langsung di tingkat lokal.
Atas dasar itulah, Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) resmi menggandeng ormas Islam Mathla’ul Anwar untuk memperkuat daya tahan sosial publik. Pertemuan strategis untuk membangun sinergi ini digelar di Bogor, Jawa Barat, pada Selasa (21/07) lalu.
Melalui kerja sama ini, Mathla’ul Anwar menyatakan komitmen penuh mendukung implementasi Program Desa Siapsiaga rancangan BNPT. Penguatan literasi kebangsaan dan penangkalan propaganda radikal akan difokuskan di Provinsi Banten, daerah yang memiliki nilai historis sebagai basis kelahiran organisasi tersebut.
Kepala BNPT, Eddy Hartono, menegaskan bahwa ormas keagamaan memegang posisi kunci dalam edukasi publik. Kedekatan ormas dengan warga menjadi modal utama membangun kesadaran bahaya radikalisme sejak dini.
“Dibutuhkan keterlibatan aktif seluruh elemen bangsa, termasuk organisasi keagamaan yang memiliki kedekatan dengan masyarakat,” kata Eddy saat dikonfirmasi di Jakarta, Selasa (04/08) dikutip dari ANTARA.
Ia menjelaskan bahwa strategi penanggulangan terorisme yang dijalankan BNPT bertumpu pada tiga pilar utama. Ketiga pilar tersebut mencakup kesiapsiagaan nasional, kontraradikalisasi, dan deradikalisasi.
Sebagai perumus dan koordinator kebijakan nasional, BNPT sangat berharap ormas seperti Mathla’ul Anwar aktif melakukan edukasi nilai-nilai kebangsaan. Semakin luas jangkauan kolaborasi, makin tangguh pula publik dalam menolak narasi kekerasan berbasis ekstremisme.
Ketua Umum Pengurus Besar Mathla’ul Anwar, KH Jazuli Juwaini, menyambut hangat kemitraan ini. Pihaknya menegaskan bahwa menjaga kedaulatan serta kedamaian Indonesia merupakan bagian dari tanggung jawab moral umat Islam.
“Kami sangat berharap bahwa persoalan-persoalan bangsa termasuk di dalamnya terorisme yang tentu yang tidak bisa diselesaikan oleh sekelompok institusi dapat kita kolaborasikan. Kami sebagai organisasi Islam juga punya tanggung jawab kebangsaan,” kata Jazuli.
Sinergi antara lembaga pemerintah dan ormas Islam ini menjadi bukti konkret kerja sama lintas sektoral. Kemitraan terpadu di tingkat akar rumput ini diharapkan mampu memastikan Indonesia tetap aman, damai, dan toleran.[]
