Matahari Tepat di Atas Ka’bah 15–16 Juli, Menag Imbau Masjid dan Musala Cek Arah Kiblat
Menag Nasaruddin Umar saat menyampaikan tausiyah dalam Pengajian Akbar di Masjid UIN Alauddin Kampus 2, Gowa, Sulawesi Selatan, Senin (09/02/2025).
Jakarta (Mediaislam.id)–Menteri Agama (Menag) Nasaruddin Umar mengajak umat Islam memanfaatkan fenomena matahari berada tepat di atas Ka’bah atau Rashdul Qiblat. Momentum ini penting untuk memastikan kembali ketepatan arah kiblat.
“Menghadap kiblat adalah bagian penting dalam kesempurnaan ibadah shalat kita. Karena itu, Kementerian Agama mengajak seluruh masyarakat untuk ikut serta dalam Gerakan Nasional Indonesia Berkiblat 2026,” ujar Menag di Jakarta, Senin (13/7).
Momentum astronomi yang dalam ilmu falak dikenal sebagai Rashdul Qiblat ini dinilai menjadi cara yang mudah, praktis, dan presisi untuk memverifikasi arah kiblat. Metode ini kemudian dimanfaatkan secara luas melalui Gerakan Nasional Indonesia Berkiblat 2026.
Menurut Menag, menghadap kiblat merupakan bagian penting dalam kesempurnaan ibadah shalat. Karena itu, memastikan arah kiblat yang benar menjadi ikhtiar yang perlu dilakukan agar pelaksanaan ibadah semakin sempurna.
Nasaruddin Umar menjelaskan bahwa fenomena matahari tepat di atas Ka’bah merupakan peristiwa astronomi yang terjadi dua kali setiap tahun.
Pada saat itu, sinar matahari berada tepat di titik zenit Ka’bah. Akibatnya, bayangan benda yang berdiri tegak lurus di permukaan bumi dapat dijadikan acuan untuk menentukan arah kiblat dengan tingkat akurasi tinggi.
Metode ilmiah ini digunakan untuk memverifikasi arah kiblat. Tahun ini, fenomena tersebut dapat diamati pada Rabu dan Kamis, 15 dan 16 Juli 2026, tepat pukul 16.27 WIB, 17.27 WITA, dan 18.27 WIT.
Masyarakat cukup menyiapkan tongkat atau benda yang dipasang tegak lurus di tempat terbuka. Setelah itu, amati arah bayangan yang terbentuk pada jam tersebut.
Garis yang ditarik dari ujung bayangan menuju pangkal tongkat menunjukkan arah Ka’bah. Garis ini dapat dijadikan acuan untuk mengecek ketepatan arah kiblat.
“Kita akan memanfaatkan momentum saat posisi matahari berada tepat di atas Kabah sehingga dapat digunakan untuk memverifikasi arah kiblat secara mudah, praktis, dan presisi,” kata Menag.
Melalui Gerakan Nasional Indonesia Berkiblat 2026, Menag mengajak seluruh elemen masyarakat untuk bersama-sama melakukan verifikasi arah kiblat. Ajakan ini ditujukan kepada para takmir masjid dan mushala, Kantor Urusan Agama (KUA), madrasah, pondok pesantren, perguruan tinggi, instansi pemerintah, kantor swasta, hotel, organisasi kemasyarakatan, hingga lingkungan rumah.
Partisipasi dalam gerakan nasional ini dilakukan dengan mendaftarkan lokasi pengukuran melalui portal resmi. Masyarakat dapat mengakses tautan https://indonesiaberkiblat.kemenag.dev untuk melakukan pendaftaran.
