HNW: BKPRMI Ambil Peran Strategis Makmurkan Masjid dan Bina Generasi Muda
Wakil Ketua MPR RI Hidayat Nur Wahid membuka Musyawarah Wilayah (Muswil) XIII Badan Komunikasi Pemuda Remaja Masjid Indonesia (BKPRMI) DKI Jakarta, Sabtu (11/7/2026). [ANTARA]
Jakarta (Mediaislam.id)-Wakil Ketua MPR RI, Hidayat Nur Wahid (HNW), menilai Badan Komunikasi Pemuda Remaja Masjid Indonesia (BKPRMI) memiliki posisi strategis untuk berkontribusi membangun umat. DKI Jakarta saat ini tercatat memiliki 3.798 masjid, 4.057 musala, dan 4.955 majelis taklim
Selain itu, terdapat sekitar 4 juta penduduk berusia 15 hingga 39 tahun yang merupakan potensi besar bagi gerakan dakwah. Potensi sumber daya tersebut dinilai sangat sesuai untuk membantu merealisasikan program-program BKPRMI ke depan.
Menurut HNW, ada agenda besar yang perlu menjadi perhatian BKPRMI pada periode kepengurusan mendatang, salah satunya mendekatkan generasi muda kepada masjid. Langkah ini krusial agar mereka selamat dan mampu mengatasi berbagai persoalan yang sedang mengancam moralitas pemuda.
“Gen Z dan Gen Milenial sedang menghadapi beragam kondisi yang memprihatinkan, mulai dari darurat judi online, darurat kekerasan seksual, filisida, tawuran, penyalahgunaan narkoba, LGBT, hingga berbagai bentuk kecanduan digital,” terangnya saat membuka Muswil XIII BKPRMI DKI Jakarta, Sabtu 11 Juli 2026.
Karena itu, lanjut dia, masjid harus kembali menjadi pusat pembinaan generasi muda. BKPRMI berada di posisi yang sangat tepat untuk menghadirkan solusi melalui gerakan remaja dan pemuda masjid.
“Agar semakin banyak anak-anak, remaja, dan generasi muda yang tumbuh dengan akhlak dan lingkungan yang baik semoga modal menuju Indonesia Emas 2045,” tegas HNW dalam keterangan tertulisnya, Ahad (12/7/2026).
Agenda besar berikutnya bagi kepengurusan BKPRMI adalah memberantas buta huruf Al-Qur’an. Ia mengingatkan hasil riset Institut Ilmu Al-Qur’an (IIQ) Jakarta tahun 2023 yang menunjukkan angka buta aksara Al-Qur’an nasional masih mencapai 72,25 persen.
Kondisi ini tentu menjadi pekerjaan rumah bersama yang harus segera dituntaskan. Ia mengusulkan agar BKPRMI DKI Jakarta memulai langkah awal dengan melakukan survei tingkat buta huruf Al-Qur’an di wilayah Jakarta.
Data tersebut penting sebagai dasar penyusunan kebijakan oleh Pemerintah Provinsi DKI Jakarta maupun Kementerian Agama. Pemetaan ini diperlukan agar visi besar membangun generasi Qurani dapat berjalan efektif.
“Karena bagaimana mungkin kita ingin membangun generasi Qurani yang berorientasi menjadi generasi berkualitas (khaira ummah), yang berkontribusi membangun/memajukan negeri (baldatun thayyibatun wa Rabbun ghafuur) untuk mewujudkan misi besar Islam; rahmatan lil alamin, apabila kondisi riilnya saja belum kita petakan dengan baik dan benar,” sambungnya.
HNW berharap Muswil XIII BKPRMI DKI Jakarta dapat melahirkan kepengurusan yang semakin kuat. Pengurus baru diharapkan mampu menghidupkan fungsi masjid sebagai pusat ibadah, pendidikan, penyelamatan pemuda, dan pemberdayaan umat. [ANTARA]
