Kultum di Masjid At-Tanwir, Kapolri Ajak Muhammadiyah Bersatu Lawan Narkoba dan Hoaks
Kapolri Jenderal Polisi Suyudi Ario Seto.
Jakarta (Mediaislam.id)-Kapolri Jenderal Polisi Suyudi Ario Seto mengajak Muhammadiyah dan seluruh elemen masyarakat memperkuat sinergi dalam memberantas narkoba, menjaga persatuan, serta merawat keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas).
Pesan tersebut disampaikan Kapolri pada Rabu (28/10/2026) saat memberikan kultum setelah salat Zuhur berjamaah di Masjid At-Tanwir, Kantor PP Muhammadiyah, Jakarta.
Seperti dilansir Muhammadiyah.or.id, dalam kesempatan tersebut, Suyudi menyampaikan apresiasi kepada PP Muhammadiyah atas dukungan dan kerja sama yang terjalin dengan Polri dari tingkat Mabes hingga Polsek. Menurutnya, kolaborasi antara kepolisian, ulama, dan masyarakat menjadi kekuatan utama dalam menjaga situasi kondusif di Indonesia.
“Saya mengucapkan terima kasih dan apresiasi atas dukungan merajut kamtibmas selama ini. Mari kita lanjutkan,” ujar Suyudi.
Kapolri juga mengingatkan pentingnya menjaga persatuan di tengah keberagaman bangsa. Ia menyoroti penyebaran hoaks, fitnah, dan ujaran kebencian di ruang digital yang berpotensi memecah belah masyarakat.
“Dulu istilahnya mulutmu harimaumu. Sekarang jarimu juga bisa menjadi harimaumu,” tuturnya.
Menurut Suyudi, masyarakat perlu lebih bijak menggunakan media sosial dan memastikan kebenaran informasi sebelum menyebarkannya. Ia mengajak para ulama dan tokoh masyarakat untuk membangun budaya komunikasi yang santun.
Selain ruang digital, Suyudi menekankan pentingnya memberantas peredaran narkotika dan minuman keras yang memicu kejahatan jalanan hingga tawuran. Ia meminta masyarakat tidak ragu melaporkan dugaan peredaran narkoba, serta menegaskan penindakan dilakukan tanpa pandang bulu, termasuk jika melibatkan anggota kepolisian.
“Kalau ada informasi-informasi yang tadi saya sampaikan, jangan pernah kecil hati, jangan pernah ragu, laporkan, adukan,” tegasnya.
Suyudi juga mengajak Muhammadiyah memperkuat semangat amar ma’ruf nahi munkar melalui kerja sama antara Polri, ulama, umara, dan masyarakat demi menjaga kedaulatan negara. Ia mengaitkan upaya ini dengan visi Indonesia Emas 2045 yang sangat ditentukan oleh ketahanan generasi muda.
“Kalau kita bisa memberantas bersama-sama tanpa pandang bulu, yakinlah 2045 Indonesia Emas akan terwujud. Tapi kalau sebaliknya kita tidak bersatu padu, maka 2045 Indonesia akan cemas. Kita memilih mana, mau Emas atau Cemas?” ujarnya.
Melalui kultum tersebut, Suyudi berharap sinergi Polri dan Muhammadiyah terus diperkuat dalam membangun masyarakat yang berakhlak dan menjunjung persatuan.[]
