Haedar Nasir Ungkap Filosofi Logo Tanwir dan Milad ke-114 Muhammadiyah
Yogyakarta (Mediaislam.id)–Ketua Umum Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah Haedar Nashir menghadiri peluncuran logo Tanwir dan Milad ke-114 Muhammadiyah di Kantor PP Muhammadiyah, Yogyakarta, Sabtu (12/9/2026). Logo tersebut mengusung corak postmodern dengan menampilkan simbol daun kelor.
Haedar mengatakan, logo yang diluncurkan tidak sekadar berfungsi sebagai identitas visual. Menurut dia, bentuk dan estetika yang ditampilkan menyimpan nilai, gagasan, serta filosofi yang merepresentasikan perjalanan dan karakter gerakan Muhammadiyah.
“Logo yang diluncurkan ini bukan sekadar menjadi identitas visual. Di balik bentuk dan estetika yang ditampilkan, logo tersebut menyimpan nilai, gagasan, serta filosofi yang merepresentasikan perjalanan dan karakter gerakan Muhammadiyah,” kata Haedar melalui akun Facebook-nya, Sabtu (12/9/2026).
Dia menjelaskan, estetika dalam sebuah simbol tidak dapat dipisahkan dari nilai dan makna yang terkandung di dalamnya. Karena itu, logo tidak semestinya hanya dipandang sebagai ornamen visual.
Menurut Haedar, logo juga dapat menjadi medium untuk memahami gagasan yang lebih luas yang ingin disampaikan Muhammadiyah.
Daun kelor dipilih sebagai salah satu unsur utama karena tanaman tersebut tumbuh subur di Indonesia. Kelor juga dikenal tumbuh di Palu, Sulawesi Tengah, yang menjadi lokasi penyelenggaraan Tanwir Muhammadiyah 2026.
Haedar menyebut daun kelor sebagai miracle tree atau pohon ajaib. Sebutan tersebut, kata dia, tidak hanya menggambarkan beragam manfaat tanaman kelor, tetapi juga dapat dimaknai melalui sejumlah filosofi yang relevan dengan karakter dan arah gerakan Muhammadiyah.
“Daun kelor juga merupakan miracle tree atau pohon ajaib. Sebutan itu tidak hanya menggambarkan manfaat tanaman kelor, tetapi juga dapat dimaknai melalui sejumlah filosofi yang relevan dengan karakter dan arah gerakan Muhammadiyah,” ujarnya.*
