Eskalasi Serangan Israel di Gaza, Hamas Minta Mediator Turun Tangan
Asap tebal membubung setelah militer Israel menyerang sebuah gedung di kawasan al-Saftawi, bagian utara Kota Gaza, Gaza, Palestina, pada 31 Juli 2026. [Anadolu Agency]
Istanbul (Mediaislam.id) — Hamas menuding Israel sengaja meningkatkan serangan ke Jalur Gaza. Langkah tersebut dinilai untuk menggagalkan kesepahaman yang tercapai bersama mediator dan Amerika Serikat terkait implementasi tahap baru kesepakatan gencatan senjata.
Dalam pernyataannya, kelompok perlawanan Palestina itu menyebutkan serangan militer zionis sejak Minggu pagi telah menewaskan lebih dari 18 warga Palestina. Serangan mematikan tersebut bahkan menghabisi satu keluarga penuh.
Pengeboman tersebut merupakan “eskalasi yang disengaja oleh penjahat perang Netanyahu untuk mengganggu kesepahaman yang tercapai dengan mediator, termasuk pemerintah AS, untuk merampungkan implementasi kesepakatan gencatan senjata,” kata Hamas.
Hamas menyerukan agar mediator dan penjamin gencatan senjata segera menunaikan tanggung jawabnya. Mereka juga mengutuk serangan Israel serta menekan pihak zionis agar menghentikan agresi dan mematuhi kesepakatan.
Dengan menyebut serangan Israel sebagai “kejahatan perang dan kejahatan terhadap kemanusiaan”, Hamas mendesak komunitas internasional mengambil langkah hukum. Hal ini penting untuk memastikan rezim zionis bertanggung jawab atas perbuatannya.
Mereka juga mendesak agar langkah perlindungan segera diambil untuk warga Palestina. Sebab, masyarakat sipil kian rentan akibat ancaman genocide dan pengusiran.
Jumat lalu, Board of Peace dan Presiden AS Donald Trump mengumumkan kesepakatan tahapan selanjutnya dari gencatan senjata. Mereka memastikan bahwa proses tersebut sudah dapat dilaksanakan di Gaza.
Pihak penjamin juga memastikan Hamas telah menyetujui peta jalan rinci terkait proses tersebut. Akan tetapi, rezim zionis Israel hingga kini belum menyampaikan tanggapan resmi atas perkembangan ini. [Anadolu]
