Dua Ribu Jemaah Ikuti Shalat Jenazah Tiga Muslim yang Gugur Hadang Aksi Teror di Islamic Center San Diego
Ribuan umat Islam di San Diego menyalati jenazah tiga pahlawan yang gugur di Islamic Center, Kamis (21/05/2026) [Reuters]
San Diego (Mediaislam.id) — Lebih dari 2.000 umat Islam berkumpul di sebuah taman di San Diego, California, untuk memberikan penghormatan terakhir kepada seorang penjaga keamanan dan dua jemaah yang gugur syahid saat mengadang serangan teror di masjid terbesar di kota tersebut.
Para pelayat, termasuk sejumlah petugas kepolisian yang mengenakan seragam resmi, berbaris rapat membentuk saf untuk melaksanakan salat jenazah pada Kamis (21/05/2026).
Jenazah tiga pahlawan Muslim tersebut — Amin Abdullah (51 tahun), Mansour Kaziha (78 tahun), dan Nadir Awad (57 tahun) — terbujur di bawah kain kafan di bawah naungan tenda putih.
“Allahu akbar,” pekik ribuan jemaah secara serempak dalam bahasa Arab sembari mengangkat kedua tangan mereka.
Baca juga: Syahid Hadang Teroris di San Diego: Satpam Amin Abdullah Selamatkan Ratusan Nyawa Jemaah Masjid
Seluruh pelayat mengenang ketiga almarhum sebagai pahlawan sejati karena aksi heroik mereka berhasil memperlambat dan mengalihkan perhatian dua remaja teroris yang melepaskan tembakan di Islamic Center of San Diego pada Senin (19/05/2026) saat jam sekolah berlangsung.
Ketiga jenazah pejuang Muslim tersebut dijadwalkan akan dimakamkan secara berdampingan di pemakaman terdekat pada hari yang sama.
“Hari ini adalah pesan bagi semua orang bahwa komunitas kami terluka, tetapi komunitas kami tetap berdiri dengan sangat kuat dan kokoh,” tegas Imam Islamic Center of San Diego, Taha Hassane.
Imam Taha Hassane menambahkan bahwa para pelayat sengaja terbang dari berbagai wilayah di Amerika Serikat untuk menghadiri upacara pemakaman ini, bahkan sebagian di antaranya datang jauh-ing dari Pantai Timur.
‘Hari Ini Benar-Benar Hari yang Sangat Sulit’
Salah seorang pelayat wanita menangis tersedu-sedu saat menceritakan kembali aksi penembakan brutal pada Senin (19/05/2026) tersebut, yang seketika membuat umat Islam di seluruh Amerika Serikat berada dalam kondisi siaga tinggi di tengah melonjaknya gelombang Islamophobia.
“Hari ini benar-benar hari yang sangat sulit bagi seluruh komunitas kami,” ujar pelayat tersebut yang meminta agar identitas namanya tidak dipublikasikan.
Aksi terorisme pada Senin (19/05/2026) tersebut saat ini tengah diselidiki secara intensif sebagai serangan yang ditargetkan secara sengaja.
