Dewan Da’wah Gelar Haflah dan Silaturahmi Idulfitri, Soroti Visi Indonesia Adil Makmur 2045

 Dewan Da’wah Gelar Haflah dan Silaturahmi Idulfitri, Soroti Visi Indonesia Adil Makmur 2045

Jakarta (Mediaislam.id)–Dewan Da’wah Islamiyah Indonesia menggelar Haflah dan Silaturahmi Idulfitri 1447 Hijriah di Aula Masjid Al Furqan, Jalan Kramat Raya 45, Jakarta Pusat, Sabtu (18/4/2026).

Kegiatan ini dihadiri ratusan undangan dari berbagai kalangan. Sejumlah tokoh nasional turut hadir, di antaranya Yusril Ihza Mahendra (Menteri Koordinator Bidang Hukum, Hak Asasi Manusia, Imigrasi, dan Pemasyarakatan), Tamsil Linrung (anggota DPD RI),  Mahyeldi Ansharullah (Gubernur Sumatera Barat),  Ahmad Syaikhu (Presiden PKS 2020-2025) dan lain sebagainya.

Ketua Umum Dewan Da’wah Islamiyah Indonesia, Adian Husaini, dalam sambutannya menegaskan komitmen organisasi untuk mendorong terwujudnya Indonesia adil dan makmur pada 2045.

Ia menyebut Dewan Da’wah telah memiliki peta jalan jangka panjang yang tidak bergantung pada pergantian kepemimpinan nasional.

“Kami fokus 25 tahun ke depan. Siapapun presidennya, Dewan Da’wah punya roadmap sendiri menuju Indonesia adil makmur 2045,” ujar Adian.

Dalam kesempatan itu, Adian juga menyinggung dinamika politik nasional, termasuk dukungan internal Dewan Da’wah pada Pilpres 2024. Ia mengungkapkan bahwa mayoritas internal sempat mendukung Anies Baswedan, meski pada akhirnya Prabowo Subianto terpilih sebagai presiden.

Menurutnya, setelah pemerintahan berjalan, Dewan Da’wah merasakan adanya ruang yang lebih terbuka untuk aktivitas dakwah dan kerja-kerja keumatan.

“Kami merasakan tidak ada lagi stigma radikal atau teroris seperti sebelumnya. Ada ruang bagi kami untuk berdakwah dan bekerja,” katanya.

Adian menegaskan, hubungan dengan pemerintah bukan bersifat transaksional, melainkan dalam kerangka menjalankan fungsi amar makruf nahi mungkar. Ia juga menyampaikan kritik terhadap pandangan yang menilai organisasi kemasyarakatan Islam tidak lagi menjalankan fungsi kontrol sosial.

Selain itu, Dewan Da’wah juga meluncurkan dua buku elektronik yang memuat gagasan strategis organisasi, yakni “Pengokohan Peta Jalan Menuju Indonesia 2045” dan “Indonesia di Era Presiden Prabowo: Bangkit Sekarang atau Terpuruk Kemudian”.

Dalam paparannya, Adian menekankan pentingnya menjadikan nilai-nilai keislaman sebagai fondasi pembangunan nasional. Ia mengusulkan agar konsep Indonesia Maju tidak hanya berorientasi pada pertumbuhan ekonomi, tetapi juga pada pembinaan akhlak masyarakat.

Ia juga menyebut sejumlah tantangan dakwah yang masih relevan, seperti sekularisme, kristenisasi, dan nativisasi, yang menurutnya perlu direspons dengan pendekatan yang konstruktif.

Adian optimistis Indonesia memiliki potensi besar menjadi negara kuat, didukung oleh tingkat religiusitas masyarakat yang tinggi, kekayaan sumber daya alam, tradisi dialog, serta fondasi ideologi negara.

“Indonesia punya semua modal untuk menjadi bangsa besar. Tinggal bagaimana potensi itu dikelola dengan benar,” ujarnya.*

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

3 × 1 =