Ciptakanlah Masa Depanmu

 Ciptakanlah Masa Depanmu

Ilustrasi [AI]

SETIAP manusia di dalam kehidupan ini mampu —sampai batas tertentu— untuk membentuk jalannya hidup sendiri: apakah menjadi miskin atau kaya, bahagia atau sengsara, penuh senyuman (ceria) atau bermuka masam (suram).

Nasihat pertama untukmu: jangan pernah berputus asa, dan senantiasalah mengharapkan kebaikan bagi masa depanmu. Jangan katakan bahwa dirimu bukanlah orang yang jenius, jangan pula berdalih bahwa keadaan sedang tidak berpihak kepadamu, karena dunia ini tidak hanya membutuhkan orang-orang jenius semata, dan kesuksesan pun tidak pernah terbatas hanya bagi mereka yang jenius saja.

Sesungguhnya banyak dari kalangan muda yang percaya bahwa ada orang-orang yang dianugerahi kemampuan untuk unggul tanpa perlu bersusah payah, mampu mendatangkan keajaiban tanpa penderitaan, dan bisa mengubah tanah menjadi emas layaknya menggunakan tongkat sihir. Namun, semua ini adalah pemikiran-pemikiran keliru yang dapat menghambat seseorang dari bekerja dan meraih kesuksesan.

Setiap orang yang berjalan di jalur perjuangan pasti memulai hidup mereka dengan semacam keraguan dan kegelapan, tetapi mereka yang berhasil di antara mereka hanyalah orang yang merasa—setelah memulai hidupnya—bahwa di dalam dirinya ada lentera yang menerangi jalan dan mendorongnya untuk terus melangkah.

Setiap kali ia maju selangkah ke depan, tekadnya akan memacu dirinya untuk melanjutkan langkah kaki tanpa rasa takut maupun bosan.

Cara terbaik untuk meraih kesuksesan adalah dengan memiliki sebuah cita-cita mulia (idola/pola teladan) yang agung bagi seorang pemuda, yang selalu ia letakkan di depan matanya dan senantiasa ia usahakan untuk mencapainya; seperti ingin menjadi ilmuwan yang hebat, pedagang yang sukses, atau perajin yang andal.

Kita dapat memperhatikan dalam kehidupan kita bahwa barang siapa yang hanya bertekad untuk berjalan sejauh satu mil, ia akan langsung merasa lelah begitu menyelesaikannya.

Sebaliknya, barang siapa yang sejak awal bertekad untuk berjalan sejauh lima mil, ia akan mampu melewati mil pertama, kedua, dan ketiga tanpa merasa lelah, karena maksudnya lebih luas serta sasaran dan tujuannya jauh lebih besar.

Pola teladan atau cita-cita tertinggi yang harus dicari oleh para pemuda ini hendaknya bukanlah uang semata. Sebab, kesuksesan yang terbesar adalah ketika seseorang mampu memadukan antara keberhasilan kerja dengan keluhuran akhlaknya, kejujuran serta amanah pada dirinya, serta rasa toleransi dan kasih sayang kepada orang-orang yang lemah dan miskin.

Sangat disayangkan bahwa kita melihat banyak orang saat ini yang hanya mengukur kesuksesan seseorang dari seberapa banyak materi yang ia hasilkan, yang dengannya ia bisa memakan makanan paling lezat dan meminum minuman paling segar.

Sesungguhnya kekayaan itu, jika dicari, harus dibersamai dengan harga diri, serta membekali jiwa dengan cinta pada kebaikan dan gemar berbuat baik. Apalah arti sebuah harta dan emas melimpah jika dibersamai dengan kemiskinan jiwa?

Di antara perkara yang paling penting dalam membentuk kehidupanmu adalah rasa percaya diri dan keyakinan bahwa jiwamu itu baik untuk menjalani hidup serta mampu merajut kesuksesan.

Al-Qur’anul Karim pun telah menanamkan rasa percaya diri dan kebanggaan terhadap umat melalui firman-Nya: “Kamu (umat Islam) adalah umat terbaik yang dilahirkan untuk manusia, (karena kamu) menyuruh (berbuat) yang makruf, dan mencegah dari yang mungkar, dan beriman kepada Allah.”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

sixteen − ten =