Buntut Kecelakaan Kereta Api, Menteri Transportasi Memilih Mundur
Kecelakaan kereta api di Spanyol. [AFP/GettyImage]
Kendati sebelumnya menyatakan akan tetap menjabat, keputusan pengunduran diri Puente tersebut mengejutkan banyak pihak.
Kecelakaan kereta api dan pengunduran diri Puente terjadi pada momen krusial dalam kalender politik Spanyol menjelang pemilihan umum dini pada 29 November 2026.
Banyak pengamat menilai insiden ini sebagai pukulan berat bagi pemerintahan pimpinan Partai Sosialis, yang berpotensi menyulitkan Sánchez dalam jajak pendapat pemilihan.
Sikap Puente menghadirkan dilema bagi dirinya dan perdana menteri. Jika menolak mundur, pemerintah berisiko dinilai tidak peka, tetapi pengunduran dirinya dapat ditafsirkan sebagai pengakuan atas kelalaian pemerintah.
Pada akhirnya, Puente memilih untuk mengundurkan diri dengan bersikersi bahwa keputusannya didorong oleh martabat politik.
Perdana Menteri Pedro Sánchez memuji tindakan koleganya yang dinilai bertanggung jawab dalam menghadapi situasi krisis tersebut.
“Demi harga diri. Atas kemauannya sendiri. Sebagai bentuk penghormatan kepada para korban,” ujar Sánchez.
Kini, publik Spanyol menantikan apakah pejabat baru yang menggantikan Puente mampu memulihkan kepercayaan masyarakat terhadap sistem perkeretaapian nasional.
Kecelakaan pada Rabu (28/10/2026) lalu melibatkan kereta api milik perusahaan negara, Renfe, yang mengangkut 397 penumpang, serta kereta milik perusahaan swasta, Iryo, yang mengangkut 147 penumpang dan sedang berhenti.
Gangguan pada sistem persinyalan otomatis akibat kerusakan komputer menyebabkan seluruh rangkaian kereta berhenti di jalur yang terdampak.
Rekaman audio yang bocor ke media Spanyol mengungkap komunikasi antara masinis dan pusat kendali beberapa menit sebelum kecelakaan terjadi.
