Bawa Misi Kesetaraan, Muhammadiyah Tebar Pendidikan Inklusif di Tanah Papua
Ketua PP Muhammadiyah H, Dahlan Rais. [muhammadiyah.or.id]
Jakarta (Mediaislam.id) – Muhammadiyah menjadi satu-satunya organisasi kemasyarakatan (ormas) yang memiliki universitas di Kabupaten Teluk Bintuni, Provinsi Papua Barat.
Di kabupaten terluas di Provinsi Papua Barat itu, Muhammadiyah mendirikan Universitas Muhammadiyah Teluk Bintuni (UNIMUTU).
Hal tersebut disampaikan oleh Ketua Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah, Ahmad Dahlan Rais, di Kebumen, Jawa Tengah, pada Ahad (19/07) lalu, dikutip dari Muhammadiyah.or.id.
Dahlan menyampaikan bahwa saat ini Muhammadiyah di seluruh Bumi Cenderawasih telah memiliki empat universitas, yakni Universitas Muhammadiyah Papua, Universitas Muhammadiyah Papua Barat, dan Universitas Pendidikan Muhammadiyah Sorong.
Terkait tujuan Muhammadiyah mendirikan perguruan tinggi di daerah mayoritas non-Muslim, Dahlan Rais menjelaskan bahwa hal itu dilakukan sebagai bentuk implementasi Islam rahmatan lil ‘alamin.
“Mengapa Muhammadiyah mendidik, membuat orang lain pandai gitu?. Sedangkan mereka tidak beragama Islam atau non muslim. Maka saya kira ini sebagai misi rahmatan lil alamin,” ungkapnya.
Pendidikan yang diselenggarakan Muhammadiyah sejak awal memang diperuntukkan bagi segala bangsa dan tidak khusus untuk umat Islam saja, sebab sifatnya inklusif secara sosial.
Mengulas Surah An-Nisa ayat 1, Dahlan Rais menjelaskan bahwa manusia berasal dari diri yang satu, yang kemudian dikembangbiakkan menjadi beranekaragam dengan perbedaan warna kulit, bentuk rambut, dan sebagainya.
“Mengingat ini kembali sebetulnya manusia itu sama, berasal dari satu. Ada di situ pesan kesetaraan, tapi juga ada pesan yang kuat, keadilan. Maka tidak boleh diskriminatif,” katanya.
Menurut Dahlan Rais, Al-Qur’an menjadi reasoning bagi Muhammadiyah untuk mendirikan lembaga pendidikan maupun kesehatan di daerah minoritas Muslim seperti Papua dan wilayah lainnya.[]
