Momen Hari Sumpah Pemuda, Generasi Muda Diajak Persiapkan Diri Menuju Indonesia Emas

 Momen Hari Sumpah Pemuda, Generasi Muda Diajak Persiapkan Diri Menuju Indonesia Emas

Bogor (Mediaislam.id) – Indonesia Emas 2045 bukan sekadar cita-cita, melainkan tantangan yang harus dipersiapkan sejak dini. Pesan itu disampaikan mantan Menteri Kehutanan, MS Kaban, saat memberikan kuliah umum bertema “Mempersiapkan Generasi Emas 2045” di SMPIT Birrul Waalidain Bogor, Rabu (28/10/2026).

Kegiatan yang berlangsung di Aula Gedung Birrul Waalidain tersebut bertepatan dengan peringatan Hari Sumpah Pemuda ke-98 dan pelantikan pengurus OSIS periode 2026–2027. Kuliah umum diikuti para siswa dan guru sebagai bagian dari upaya membangun wawasan serta jiwa kepemimpinan generasi muda.

Di hadapan peserta, Kaban mengajak para siswa memikirkan peran mereka ketika Indonesia memasuki satu abad kemerdekaan pada 2045. Menurutnya, generasi muda harus mempersiapkan diri melalui pendidikan, semangat belajar, dan sikap optimistis.

“Kalau bicara tahun emas karena 100 tahun Indonesia merdeka sejak tahun 45, pertanyaannya, saat 2045 itu tahun emas, cemas, atau lemas?” ujarnya.

Ia mengingatkan bahwa guru dan orang tua memiliki peran penting dalam menumbuhkan optimisme anak-anak agar berani menghadapi tantangan masa depan. MS Kaban juga menyinggung sejarah dan kekayaan alam Nusantara serta persoalan utang negara sebagai bahan refleksi mengenai tantangan pembangunan Indonesia.

“Saat ini Indonesia utangnya sudah di atas 10 ribu triliun, itu utang pemerintah, belum utang BUMN dan swasta. Lalu apakah 2045 nanti utangnya selesai atau makin banyak? Inilah harus diselesaikan pemerintah karena yang kena imbasnya adalah rakyat. Oleh karena itu pemuda saat ini punya tantangan besar di masa depan mereka,” ungkap Kaban.

Menurutnya, generasi muda perlu memiliki pengetahuan dan kemampuan untuk berkontribusi dalam menyelesaikan berbagai persoalan bangsa.

Selain wawasan kebangsaan, Kaban menekankan pentingnya nilai-nilai agama sebagai fondasi kehidupan. Ia mengapresiasi pembelajaran Al-Qur’an melalui metode Tamyiz yang diterapkan di SMPIT Birrul Waalidain.

“Al-Qur’an adalah penuntun kehidupan kita dan membangun peradaban masa depan kita,” tuturnya.

Ia juga mengingatkan para siswa untuk bersyukur, mendoakan orang tua, dan terus memperbaiki diri. Baginya, keberhasilan tidak hanya diukur dari pencapaian pribadi, tetapi juga dari manfaat yang diberikan kepada orang lain.

Sementara itu, Ketua Yayasan Birrul Waalidain, Memed Jalaludin, mengatakan bahwa kuliah umum bersama tokoh nasional menjadi kesempatan berharga bagi siswa maupun guru untuk memperluas wawasan.

“Kita sangat bersyukur karena di Birrul Waalidain, masih SMP sudah mendapatkan kuliah umum dari tokoh para tokoh nasional. Dan ini anugerah dari Allah SWT, Birrul Waalidain selalu didatangi para ulama. Dan hari ini kita dihadiri MS Kaban, seorang mantan Menteri, mantan anggota DPR RI dan mantan Ketua Partai Islam.

Ia berharap kegiatan tersebut dapat menjadi agenda tahunan yang dirangkaikan dengan pelantikan pengurus OSIS setelah siswa mengikuti latihan dasar kepemimpinan.

Memed juga menekankan pentingnya pembelajaran Al-Qur’an agar nilai-nilainya tidak sekadar dipahami, tetapi menjadi landasan dalam berperilaku dan beramal.

Melalui pelantikan OSIS dan kuliah umum ini, SMPIT Birrul Waalidain berharap dapat membentuk generasi muda yang beriman, berilmu, mandiri, dan memiliki jiwa kepemimpinan. []

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

sixteen + eleven =