Perkuat Literasi Umat, Australia Resmikan Pojok Baca Kedua di Masjid Al-Markaz Makassar
Makassar (Mediaislam.id)–Pemerintah Australia melalui Konsul Jenderal Australia di Makassar kembali menghadirkan Australian Reading Corner atau pojok baca Australia di area masjid. Tepatnya, pojok baca kedua ini berlokasi di Masjid Al-Markaz Al-Islami Makassar.
Sebelumnya, pojok baca serupa dari Pemerintah Australia telah hadir di Masjid Istiqlal Jakarta. Fasilitas ini resmi hadir di Perpustakaan Masjid Al-Markaz untuk memperkuat literasi masyarakat, khususnya pengunjung perpustakaan.
“Masjid Al-Markaz Al-Islami merupakan salah satu masjid terkemuka di Indonesia bagian timur dan menjadi pusat kegiatan masyarakat. Karena itu, kami merasa tempat ini sangat tepat untuk menghadirkan Australian Reading Corner,” ujar Duta Besar Australia untuk Indonesia, Rod Brazier, saat meresmikan fasilitas tersebut di Makassar, Jumat (24/7/2026), dilansir dari Antara.
Menurut Rod Brazier, Makassar memiliki arti penting dalam hubungan Australia dan Indonesia. Hal itu tercermin dari kunjungan Perdana Menteri Australia Anthony Albanese ke Makassar pada 2022 dalam lawatan bilateral pertamanya ke Indonesia.
Ia menambahkan bahwa hubungan kedua negara sesungguhnya telah terjalin jauh sebelum era modern melalui pelayaran para pelaut.
Rod Brazier juga mengungkapkan kedekatan emosionalnya dengan Kota Makassar. Ia berkisah bahwa pada 1990, dirinya pernah tinggal bersama keluarga angkat di kawasan yang tidak jauh dari lokasi Masjid Al-Markaz Al-Islami.
Ketua Yayasan Islamic Centre Al-Markaz Al-Islami, Hamid Awaluddin, menegaskan bahwa masjid tidak hanya berfungsi sebagai tempat ibadah, tetapi juga menjadi pusat peradaban melalui penguatan literasi masyarakat.
“Kalau ingin membangun peradaban yang maju, maka literasi harus ditingkatkan. Buku adalah jendela dunia, dan tidak ada bangsa yang maju tanpa budaya membaca,” ujarnya.
Hamid Awaluddin mengisahkan kedekatan historis antara masyarakat Bugis-Makassar dan Australia yang terjalin sejak abad ke-17 melalui pelayaran para pencari teripang ke wilayah Australia Utara.
Ia berharap Pemerintah Australia terus menambah koleksi buku di perpustakaan Al-Markaz. Dengan demikian, perpustakaan tersebut dapat dimanfaatkan oleh pelajar, mahasiswa, maupun masyarakat umum sebagai pusat referensi tentang Australia dan literasi berbahasa Inggris.
Konsul Jenderal Australia di Makassar, Todd Dias, mengatakan gagasan menghadirkan Australian Reading Corner berawal dari kunjungannya ke Masjid Al-Markaz Al-Islami dua tahun lalu saat Ramadan. Saat itu, ia melihat antusiasme para pelajar yang memanfaatkan perpustakaan untuk membaca dan mencari referensi.
“Biasanya Australian Reading Corner hanya ada di perguruan tinggi. Namun, setelah melihat semangat membaca para siswa di Al-Markaz, kami berpikir mengapa tidak menghadirkannya di sini agar manfaatnya bisa dirasakan lebih luas,” ujar Todd Dias.
