LAZNAS BMH dan UI Latih Kader Posyandu Olah Tepung Tulang Ikan untuk Cegah Stunting
Jakarta (Mediaislam.id)–LAZNAS Baitul Maal Hidayatullah (BMH) bekerja sama dengan Kelompok Klaster Riset Kesejahteraan Sosial dan Penanggulangan Kemiskinan Universitas Indonesia (UI) menggelar sosialisasi dan pelatihan produksi tepung tulang ikan kakap merah sebagai upaya mendukung pencegahan stunting. Kegiatan berlangsung di Kelurahan Pluit, Jakarta Utara, Selasa (23/6/2026).
Sebanyak 25 kader posyandu dan anggota PKK Kelurahan Pluit mengikuti pelatihan tersebut. Kegiatan juga melibatkan relawan mahasiswa asing yang berasal dari sejumlah negara berkembang di Afrika.
Pelatihan menghadirkan sejumlah narasumber, antara lain Profesor Manohar Pawar dari Charles Sturt University Australia, Profesor Fentiny Nugroho dari Universitas Indonesia, ahli gizi Puskesmas Kelurahan Pluit Hasmirawati, serta tim dari Bumi Kreatif Institute Jakarta.
Dalam kegiatan tersebut, peserta mendapatkan edukasi mengenai gizi dan stunting, praktik produksi tepung tulang ikan kakap merah, teknik pengemasan produk, strategi pemasaran digital, hingga pengolahan tepung menjadi berbagai makanan siap saji.
Profesor Fentiny Nugroho mengatakan inovasi pemanfaatan limbah tulang ikan menjadi produk bernilai gizi tinggi diharapkan dapat berkontribusi dalam upaya pengurangan angka stunting di Indonesia.
“Kita ingin memastikan bahwa anak-anak kita dapat tumbuh sehat, cerdas, dan terbebas dari stunting,” ujar Fentiny.
Sementara itu, Humas BMH Pusat Syamsuddin menuturkan pelatihan tersebut merupakan langkah awal untuk mendorong pemanfaatan tepung tulang ikan kakap merah secara lebih luas di masyarakat.
Menurut dia, model pengolahan dan pemanfaatan produk tersebut diharapkan dapat direplikasi di berbagai wilayah di Indonesia, bahkan diperkenalkan ke negara-negara berkembang melalui keterlibatan relawan mahasiswa asing yang mengikuti kegiatan.
“Kami berharap inovasi ini tidak berhenti di Kelurahan Pluit, tetapi bisa dikembangkan di berbagai daerah sehingga memberi manfaat yang lebih luas bagi masyarakat,” kata Syamsuddin.
Melalui kolaborasi antara lembaga filantropi, akademisi, pemerintah, dan sektor swasta, program ini diharapkan dapat memperkuat upaya pencegahan stunting sekaligus mendorong pemanfaatan limbah perikanan menjadi produk yang bernilai ekonomi dan bermanfaat bagi kesehatan masyarakat.
BMH menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang terlibat dalam kegiatan tersebut, di antaranya Universitas Indonesia, Paragon Corp, PLN, dan Kelurahan Pluit Jakarta Utara.*
