Zionis Israel Hancurkan Jaringan Listrik, Warga Gaza Berjuang dalam Kegelapan

 Zionis Israel Hancurkan Jaringan Listrik, Warga Gaza Berjuang dalam Kegelapan

Seorang perempuan memasak makanan di tendanya setelah dia kembali ke daerah Sheikh Radwan yang hancur, di utara Kota Gaza, Palestina, Kamis (6/11/2025). [Xinhua]

“Siapa yang dapat hidup tanpa listrik selama dua tahun?” tanyanya dengan nada penuh keheranan. “Kami manusia dan berhak hidup seperti lainnya.”

Dia mengenang masa sebelum pecahnya konflik saat anak-anaknya menonton televisi dan belajar di bawah cahaya lampu yang terang selama beberapa jam setiap harinya.

“Sekarang mereka takut gelap. Kami memanaskan air dengan api, dan setiap malam terasa seperti perjuangan.”

Kelangkaan listrik kian melemahkan perekonomian Gaza yang telah hancur. Di Deir al-Balah, seorang pemilik pabrik bernama Samer Afana (53) membuka kembali sebagian pabrik permennya menggunakan generator berbahan bakar plastik yang dicairkan.

“Sebelumnya, generator digunakan untuk pemadaman listrik yang berdurasi singkat,” ujarnya. “Kini kami sepenuhnya bergantung pada hal itu, dan pengeluaran kami melonjak tiga kali lipat.”

Afana menuturkan dirinya kehilangan sekitar 1,5 juta dolar AS (1 dolar AS = Rp16.666) akibat perang.

“Hancurnya jaringan listrik Gaza menggandakan kerugian perusahaan dan menghancurkan ribuan pekerjaan,” tuturnya.

“Kini, pembangkit listrik hampir sepenuhnya tidak beroperasi,” ujar juru bicara perusahaan itu Mohammed Thabet.

Tanpa jadwal yang jelas terkait perbaikan, mayoritas warga Gaza terus hidup tanpa aliran listrik, mengandalkan lilin, lampu tenaga surya, dan bahan bakar darurat. [Xinhua]

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

twelve − 3 =