Wasekjen PBNU: Tata Kelola Organisasi Harus Berlandaskan Adab Pesantren
Ilustrasi [AI]
Pesantren dinilai sebagai jantung NU yang berfungsi sebagai pusat kaderisasi ulama sekaligus penjaga tradisi Ahlussunnah wal Jamaah.
Lembaga pendidikan tradisional ini juga terbukti menjadi sumber utama kekuatan organisasi sejak pertama kali didirikan oleh para muassis.
“NU memiliki tata kelola organisasi yang khas. Ketika seluruh unsur organisasi berjalan sesuai fungsi masing-masing dengan dilandasi adab dan saling menghormati, maka organisasi akan semakin kuat dan memperoleh kepercayaan warga,” katanya.
Gus Ma’shum juga mengingatkan bahwa berbagai kebijakan organisasi harus berpijak pada kebutuhan nyata dunia pesantren.
Langkah ini penting untuk memperkuat peran riil pesantren dalam sektor pendidikan, pemberdayaan masyarakat, dan kaderisasi ulama secara berkelanjutan.
“Menjaga adab dan memperkuat pesantren adalah dua hal yang tidak bisa dipisahkan. Dari pesantren, NU belajar tentang ilmu, perjuangan, dan adab. Nilai-nilai itulah yang harus terus menjadi fondasi organisasi,” ucap Gus Ma’shum. [ANTARA]
