Warga Maroko Gelar Aksi Bela Al-Aqsa dan Tolak Normalisasi Israel

 Warga Maroko Gelar Aksi Bela Al-Aqsa dan Tolak Normalisasi Israel

Maroko (Mediaislam.id) – Sejumlah warga Maroko menggelar aksi di depan gedung parlemen di ibu kota Rabat untuk mendukung Masjid Al-Aqsa dan rakyat Palestina. Mereka juga menuntut penghentian proses normalisasi hubungan dengan Israel di tengah meningkatnya aksi penyerbuan pemukim ke Masjid Al-Aqsa selama musim hari raya Yahudi.

Aksi tersebut digelar atas seruan “Inisiatif Maroko untuk Dukungan dan Pembelaan” dan “Kelompok Aksi Nasional untuk Palestina”. Para peserta membawa bendera Palestina dan meneriakkan seruan dukungan kepada rakyat Palestina serta kecaman terhadap Israel. Mereka juga mengangkat berbagai slogan yang menuntut penghentian proses normalisasi.

Seruan Melindungi Al-Aqsa

Koordinator Kelompok Aksi Nasional untuk Palestina, Abdel Hafiz Al-Sriti, memperingatkan bahaya yang dihadapi Masjid Al-Aqsa. Ia menyerukan langkah bersama negara-negara Arab dan Muslim untuk melindungi masjid tersebut di tengah berlanjutnya aksi penyerbuan dan berbagai pelanggaran.

Al-Sriti mengatakan rakyat Maroko akan terus menunjukkan solidaritas kepada Palestina. Ia menegaskan, “Masjid Al-Aqsa berada dalam bahaya dan semua pihak harus bergerak.”

Menurutnya, bahaya yang mengancam Al-Aqsa tidak lagi terbatas pada aksi penyerbuan dan pembakaran, tetapi telah berkembang hingga ancaman penghancuran masjid. Ia mempertanyakan sikap negara-negara Arab dan Muslim terhadap perkembangan yang terjadi di Yerusalem.

Aksi di Rabat tersebut merupakan bagian dari berbagai kegiatan rakyat yang berlangsung di sejumlah kota di Maroko untuk mendukung Palestina dan Masjid Al-Aqsa. Kegiatan itu berlangsung bersamaan dengan meningkatnya aksi penyerbuan pemukim ke masjid selama musim hari raya Yahudi.

Lebih dari 11 Ribu Pemukim Menyerbu Al-Aqsa

Menurut data Pemerintah Kota Yerusalem, sebanyak 11.409 pemukim menyerbu Masjid Al-Aqsa dalam periode 12 September hingga 1 Oktober. Dari jumlah tersebut, sebanyak 9.138 pemukim melakukan penyerbuan dalam lima hari pertama “Hari Raya Sukkot”, antara 27 September hingga 1 Oktober.

Peningkatan aksi penyerbuan tersebut terjadi ketika seruan Palestina dan Yordania terus disampaikan untuk mempertahankan status historis dan hukum yang berlaku di Masjid Al-Aqsa.

Masjid tersebut dikelola oleh Departemen Wakaf Islam di Yerusalem yang berada di bawah Kementerian Wakaf Yordania, sebagai tempat ibadah khusus bagi umat Islam.

Penolakan Normalisasi di Maroko

Di Maroko, sejumlah organisasi masyarakat sipil dan politik terus menggelar kegiatan untuk mendukung Palestina dan menolak normalisasi hubungan dengan Israel.

Maroko dan Israel memulihkan hubungan diplomatik pada akhir 2020 setelah hubungan tersebut terputus sejak 2002.

Aksi di Rabat menunjukkan bahwa isu Palestina masih mendapat perhatian luas di tengah masyarakat Maroko. Para peserta menempatkan dukungan terhadap Masjid Al-Aqsa dan penolakan terhadap normalisasi sebagai bagian utama dari aksi mereka di tengah perkembangan yang terus berlangsung di Yerusalem.

sumber: infopalestina

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

twenty + 2 =