Syahidnya Tiga Panglima Rasulullah
Ilustrasi
Abdullah bin Rawwahah juga berkata:
Wahai diriku, jika engkau tidak terbunuh, engkau tetap akan mati
Inilah keranda kematian telah menanti
Apa yang engkau harapkan telah diberikan
jika engkau melakukan aktivitas keduanya, maka akan engkau dapati bimbingan
Setelah itu, Abdullah bin Rawwahah terjun ke medan perang. Di medan perang ini ia melakukan kebaikan.
Dalam kitab Sirah disebutkan, Abdullah bin Rawwahah menyendiri di suatu tempat untuk beristirahat, lalu ia didatangi oleh sepupunya yang membawa daging. Sepupunya berkata: “Kuatkan badanmu dengan daging ini, karena aku lihat kamu lapar sejak beberapa hari ini.”
Abdullah bin Rawwahah mengambil daging tersebut dari tangan sepupunya, dan mengangkatnya ke mulut, namun sebelum daging itu sampai ke mulutnya, ia mendengar suara orang-orang yang sedang bertempur. la pun membuang daging itu dari tangannya, dan berkata: “Hai daging, kamu hanya untuk dunia.” Kemudian, ia mengambil pedangnya, lalu terjun ke medan perang dan bertempur hingga gugur.
Setelah Abdullah bin Rawwahah gugur, bendera perang diambil alih oleh Tsabit bin Aqram saudara Bani al-Ajlan. la berkata: “Wahai kaum muslimin, angkatlah saIah seorang dari kalian yang kalian sepakati untuk menjadi komandan pasukan.” Kaum muslimin berkata: “Engkaulah orangnya.” Tsabit bin Aqram berkata: “Aku tidak siap.”
Akhirnya, kaum muslimin sepakat mengangkat Khalid bin Walid –yang baru pertama bergabung dalam barisan pasukan kaum Muslimin- sebagai komandan pasukan mereka.
Setelah Khalid bin Walid memegang bendera perang, ia menyerang musuh dan bertempur dengan mereka hingga sore hari. Setelah senja hari, Khalid memerintahkan pasukannya bertahan di tempatnya. KhaIid mengutus orang-orang yang akan menebarkan debu dari jauh, sehingga musuh mengira bahwa Khalid mendapat bantuan personel yang banyak.
Setelah pagi tiba, Khalid mulai menyerang musuh, kemudian mundur. Sehingga musuh menduga yang tidak-tidak. Dengan demikian, kekalahan di pihak pasukan musuh, sedang kemenangan di pihak pasukan kaum muslimin.
Saat perang masih berkobar di Mu’tah, sampailah wahyu kepada Rasulullah yang berada di Madinah, tentang musibah yang menimpa pasukan kaum Muslimin di Mu’tah. Sedang yang syahid di antara pasukan kaum muslimin adalah para komandan perangnya.
Musibah itu diceritakan oleh Rasulullah kepada para sahabatnya. Rasulullah Saw bersabda, “Bendera perang dipegang oleh Zaid bin Haritsah, kemudian ia bertempur hingga gugur sebagai syahid, Ialu bendera perang diambil alih oleh Ja‘far bin Abu ThaIib, kemudian ia bertempur hingga gugur sebagai syahid.”
