Suhu Ekstrem 43°C di Tanah Suci, Kemenhaj Siaga Layanan Kesehatan
Juru Bicara Kemenhaj, Maria Assegaff.
Jakarta (Mediaislam.id)–Memasuki hari ke-14 operasional penyelenggaraan ibadah haji 1447 Hijriah/2026 Masehi, Kementerian Haji dan Umrah Republik Indonesia menyoroti kondisi cuaca panas ekstrem di Tanah Suci yang mencapai 39 hingga 43 derajat celcius. Jemaah diimbau meningkatkan kewaspadaan terhadap risiko dehidrasi dan kelelahan panas, meski seluruh proses pemberangkatan dan pergerakan jemaah tetap berjalan lancar dan terkendali.
Berdasarkan data per Ahad, 3 Mei 2026, sebanyak 211 kelompok terbang (kloter) dengan 81.992 jemaah dan 841 petugas telah diberangkatkan ke Tanah Suci. Dari jumlah tersebut, 199 kloter dengan 77.269 jemaah dan 793 petugas telah tiba di Madinah. Sementara itu, pergerakan jemaah dari Madinah ke Makkah berlangsung bertahap, dengan 52 kloter berjumlah 20.689 jemaah dan 212 petugas telah tiba di Makkah untuk melaksanakan umrah wajib serta mempersiapkan diri menghadapi puncak ibadah haji.
Juru Bicara Kemenhaj, Maria AssegaffJuru Bicara Kemenhaj, Maria Assegaff, menyampaikan bahwa operasional haji hingga saat ini berjalan dalam kondisi aman dan terpantau, meski dihadapkan pada suhu tinggi di Tanah Suci.
“Alhamdulillah, hingga hari ke-14 operasional, seluruh proses pemberangkatan dan pergerakan jemaah berjalan lancar dan terkendali. Kami memastikan setiap jemaah mendapatkan pendampingan petugas di seluruh titik layanan,” ujar Maria.
Dari aspek layanan kesehatan, secara kumulatif tercatat 8.575 jemaah menjalani rawat jalan, 130 jemaah dirujuk ke Klinik Kesehatan Haji Indonesia (KKHI), serta 172 jemaah dirujuk ke Rumah Sakit Arab Saudi (RSAS), dengan 58 jemaah masih dalam perawatan. Kondisi cuaca panas menjadi salah satu faktor yang perlu diwaspadai, terutama bagi jemaah lanjut usia dan mereka yang memiliki penyakit penyerta.
Kemenhaj juga menyampaikan duka cita atas wafatnya dua jemaah di Madinah pada 3 Mei 2026, sehingga total jemaah wafat hingga saat ini berjumlah 9 orang. Penyebab wafat didominasi oleh penyakit kardiovaskular dan gangguan pernapasan.
Dalam rangka meningkatkan kualitas layanan di tengah kondisi cuaca panas, Kemenhaj menegaskan penguatan tata kelola layanan kursi roda (jasa dorong) bagi lansia, penyandang disabilitas, dan jemaah dengan keterbatasan mobilitas.
Selain itu, jemaah diimbau menggunakan pelindung diri seperti payung, topi, masker, serta alas kaki yang nyaman untuk mengurangi paparan panas langsung. Kecukupan cairan juga menjadi perhatian utama guna mencegah dehidrasi.
“Kami mengingatkan seluruh jemaah untuk menjaga kesehatan di tengah cuaca panas. Gunakan pelindung diri dan pastikan kebutuhan cairan terpenuhi agar ibadah tetap berjalan dengan baik,” tutup Maria.
Kemenhaj mengajak seluruh jemaah untuk memprioritaskan kesehatan dan keselamatan selama menjalankan ibadah, serta segera melapor kepada petugas apabila mengalami gangguan kesehatan.*
