Nyawa Jurnalis di Ujung Maut Jalur Gaza

 Nyawa Jurnalis di Ujung Maut Jalur Gaza

Ilustrasi

Gaza (Mediaislam.id) – Kantor Komisaris Tinggi PBB untuk Hak Asasi Manusia (OHCHR) menyebut bahwa Jalur Gaza kini menyandang status sebagai tempat paling mematikan di dunia bagi para jurnalis.

Melalui unggahan di platform X untuk memperingati Hari Kebebasan Pers Dunia, badan PBB tersebut mendesak komunitas internasional untuk melakukan tindakan nyata yang melampaui sekadar kecaman.

Dunia diminta tidak hanya berhenti pada pernyataan solidaritas, tetapi harus mulai memberikan perlindungan hukum dan fisik yang konkret bagi para pencari berita.

PBB menekankan bahwa akuntabilitas atas kekerasan terhadap pers harus ditegakkan demi menjamin akses independen bagi media internasional di wilayah konflik.

“Sementara itu, Kepala HAM PBB Volker Türk mengatakan perang yang hingga kini masih berlangsung di Gaza telah menjadi jebakan maut bagi media.”

Lembaga OHCHR telah memverifikasi kematian hampir 300 jurnalis sejak Oktober 2023, tepat saat agresi militer mulai meluluhlantakkan wilayah tersebut.

“Selain itu, sejumlah besar jurnalis juga mengalami luka selama melakukan peliputan di wilayah kantong tersebut, katanya.”

Tragedi ini menjadi pengingat pahit bahwa jurnalisme di zona perang bukan sekadar profesi, melainkan pertaruhan nyawa demi menyampaikan kebenaran kepada dunia.

Informasi mendalam mengenai situasi kemanusiaan di Palestina ini juga terus dipantau oleh berbagai media Islam seperti SuaraIslam.id dan kanal berita global lainnya.

Sumber: WAFA

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

twenty − 14 =