PW Ansor Jateng Kecam Sikap Arogan Aparat saat Geledah Pesantren di Sukoharjo

 PW Ansor Jateng Kecam Sikap Arogan Aparat saat Geledah Pesantren di Sukoharjo

Ketua PW GP Ansor Jawa Tengah, H Mohamad Shidqon Prabowo. (Foto: NU Online)

Semarang (Mediaislam.id)–Pimpinan Wilayah (PW) Gerakan Pemuda (GP) Ansor Jawa Tengah menyesalkan tindakan penggeledahan yang dilakukan aparat kepolisian di sebuah pondok pesantren khusus putri di Desa Laban, Kecamatan Mojolaban, Kabupaten Sukoharjo, Jawa Tengah.

Penggeledahan tersebut berkaitan dengan penyelidikan kasus pembakaran Warung Mi Babi Tepi Sawah di Desa Parangjoro, Kecamatan Grogol, Kabupaten Sukoharjo.

Ketua PW GP Ansor Jawa Tengah, Mohamad Shidqon Prabowo, menilai tindakan aparat dalam proses penggeledahan tersebut tidak profesional dan tidak proporsional. Terlebih, pesantren yang digeledah merupakan lembaga pendidikan khusus putri yang dihuni para santriwati, sebagian besar masih berusia di bawah umur.

“Kami menyayangkan tindakan arogan yang dilakukan oleh aparat kepolisian di Ponpes yang berisi para santriwati. Ini jelas mengarah pada tindakan tidak profesional dan tidak proporsional oleh aparat,” ungkapnya, Ahad (1/11/2026), dikutip dari NU Online.

Menurut Shidqon, pengembangan penyelidikan melalui penggeledahan di lingkungan pesantren semestinya mengedepankan pendekatan yang lebih humanis. Terlebih, dalam penggeledahan tersebut disebut tidak ditemukan barang bukti yang berkaitan dengan tindak kriminal sebagaimana kasus yang sedang disidik.

“Mestinya aparat bisa menggunakan cara-cara yang lebih humanis, bukan melalui cara yang menurut kami kurang tepat. Terlebih tidak ditemukan adanya barang bukti terkait tindakan kriminal sebagaimana kasus yang tengah disidik,” tandasnya.

Di sisi lain, GP Ansor Jawa Tengah juga menyoroti respons kepolisian terhadap potensi tindakan kekerasan yang berujung pada pembakaran Warung Mi Babi Tepi Sawah di Desa Parangjoro, Kecamatan Grogol.

Menurut Shidqon, aparat penegak hukum perlu lebih cepat merespons setiap aduan masyarakat agar potensi konflik maupun tindak kriminal dapat dicegah sejak awal. Dengan demikian, tidak muncul tindakan main hakim sendiri di tengah masyarakat.

“Ke depan, kami meminta aparat bisa lebih responsif mengantisipasi adanya potensi tindakan kriminal. Aduan sekecil apa pun dari masyarakat harusnya ditanggapi dengan cepat dan dicarikan solusinya. Sehingga tidak sampai ada tindakan main hakim sendiri,” tegasnya.

Lebih lanjut, Shidqon mengimbau seluruh kader GP Ansor dan Barisan Ansor Serbaguna (Banser) di berbagai daerah di Jawa Tengah untuk aktif menjalin komunikasi dan koordinasi dengan PW GP Ansor serta Satuan Koordinasi Wilayah (Satkorwil) Banser Jawa Tengah.

Koordinasi tersebut dinilai penting untuk memantau perkembangan situasi dan kondisi di lingkungan masing-masing sekaligus menjaga kondusivitas masyarakat.

“Kita mendukung penuh kegiatan amar makruf nahi munkar di Jawa Tengah. Namun harus menggunakan cara yang tepat demi kemaslahatan bersama,” pungkasnya.*

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

2 × one =