Obama Dukung El-Sayed di Senat Michigan, Trump Remehkan Jumlah Massa Kampanye
Barack Obama [AFP]
Washington (Mediaislam.id)-Mantan Presiden AS Barack Obama memberikan dukungannya kepada kandidat Senat dari Partai Demokrat, Abdul El-Sayed, di Michigan pada hari Sabtu (24/10/2026). Ia membela El-Sayed dari berbagai serangan terkait identitas Muslimnya, sementara Presiden Donald Trump meremehkan jumlah massa yang hadir dalam unjuk rasa tersebut.
Berbicara di hadapan lebih dari 4.300 pendukung di Cass Technical High School di Detroit, Obama menyatakan dukungannya kepada El-Sayed. Kandidat tersebut akan berhadapan dengan politikus dari Partai Republik, Mike Rogers, dalam persaingan ketat perebutan kursi Senat menjelang pemilihan paruh waktu pada 3 November 2026.
“Abdul sedang berjuang untuk perubahan, perubahan nyata yang akan mengakhiri perang ini,” ujar Obama merujuk pada konflik AS dengan Iran.
Obama juga memuji berbagai usulan El-Sayed untuk menekan pengaruh uang dalam politik dan memperluas akses layanan kesehatan yang terjangkau. Ia menyebut kandidat tersebut akan “menyelesaikan pekerjaan yang telah kami mulai” melalui Undang-Undang Perawatan Terjangkau (Affordable Care Act) tahun 2010.
Mantan presiden tersebut membela El-Sayed dari serangan Partai Republik yang mempertanyakan latar belakang keagamaannya serta tuduhan keterkaitannya dengan kelompok Ikhwanul Muslimin. Ia menarik garis paralel dengan klaim palsu mengenai identitas dan agamanya sendiri selama kampanye presiden pada tahun 2007 dan 2011.
“Kita pernah melihat sandiwara ini sebelumnya, dan saya adalah pemeran utamanya,” kata Obama.
“Trik murahan ini tidak mempan pada saya, dan di Michigan, cara itu juga tidak akan mempan untuk Abdul,” imbuhnya.
Di sisi lain, Trump dalam pidatonya pada Sabtu malam di kampanye Partai Republik di Perry, Georgia, mengejek penampilan Obama. Ia mengeklaim bahwa acara di Detroit tersebut hampir tidak dihadiri oleh pendukung.
“Anda tahu, saya melihat Barack Hussein Obama berada di Michigan, dan gedungnya kosong melompong,” ucap Trump, mengabaikan laporan di lapangan yang mendokumentasikan ribuan peserta.
Trump dan sejumlah politikus Republik lainnya secara berulang kali menuduh El-Sayed memiliki afiliasi dengan kelompok ekstremis, termasuk kaitan dengan Ikhwanul Muslimin. El-Sayed telah membantah seluruh tuduhan tersebut, dan tidak ada bukti kredibel yang muncul untuk membuktikan adanya ikatan semacam itu.
Dalam sebuah unggahan lanjutan di platform Truth Social, Trump mengkritik rekam jejak Obama yang kerap mendukung kandidat presiden Demokrat yang berujung kekalahan. Ia merujuk pada kekalahan Hillary Clinton pada 2016 serta kekalahan Kamala Harris pada 2024.
“Ia bilang bahwa Hillary Clinton yang curang akan MENANG, ia berkampanye keras untuknya, dan perempuan itu kalah telak di segala penjuru dan cara. Ia kemudian berkampanye habis-habisan untuk Kamala, dan hasilnya sama saja, dia juga kalah,” tulis Trump.
Dalam kesempatan yang sama, Obama turut berkampanye untuk kandidat gubernur dari Partai Demokrat, Jocelyn Benson, yang bersaing melawan anggota DPR dari Partai Republik, John James. Selama rapat umum tersebut, Obama menggambarkan pemilu sela mendatang sebagai peluang emas untuk menuntut akuntabilitas yang lebih besar dari pemerintahan Trump.
“Kita harus memutus arus pendek itu dan menghadirkan akuntabilitas ke dalam pemerintahan ini,” tegasnya.
Sementara itu, Trump dijadwalkan akan melanjutkan kampanyenya di Michigan pada Ahad (25/10/2026) guna memberikan dukungan penuh kepada para kandidat dari Partai Republik. [Anadolu Agency]
