Nestapa Gaza, 2,1 Juta Jiwa Terpenjara di Tanah Sendiri
Dua bocah mengambil air di Kota Gaza, Palestina, Senin (27/4/2026). [Xinhua]
Gaza (Mediaislam.id)-PBB melaporkan sebanyak 2,1 juta warga di Jalur Gaza hingga kini masih terkurung di area yang luasnya kurang dari separuh wilayah kantong tersebut akibat blokade yang terus berlanjut.
Kantor PBB untuk Koordinasi Urusan Kemanusiaan (UN Office for the Coordination of Humanitarian Affairs/OCHA) menyatakan, warga tidak dapat mengakses cadangan lahan serta berbagai fasilitas penting di wilayah mereka sendiri.
Akses bagi warga untuk bepergian ke luar negeri maupun menuju Tepi Barat guna mendapatkan layanan kesehatan spesialis juga masih tertutup rapat.
Warga yang mendapatkan izin keluar untuk evakuasi medis hanyalah sebagian kecil dari total penduduk yang membutuhkan layanan kesehatan yang tidak tersedia di lokal.
OCHA menegaskan bahwa pemulihan layanan lokal mengalami hambatan besar akibat pembatasan masuknya barang-barang penting serta pembatasan operasi mitra kemanusiaan utama.
Meskipun menghadapi berbagai rintangan, para mitra OCHA pekan lalu berhasil menyalurkan ribuan alat tidur, perlengkapan tempat tidur, tenda, hingga penutup darurat kepada lebih dari 4.400 keluarga.
Para mitra kemanusiaan juga terus berupaya menyediakan sekitar 1,1 juta porsi makanan setiap hari melalui lebih dari 120 dapur umum di wilayah tersebut.
Program Pangan Dunia (World Food Programme/WFP) memperingatkan bahwa kelaparan belum hilang dari Gaza meskipun sudah lebih dari enam bulan sejak deklarasi gencatan senjata.
Banyak keluarga masih bergantung sepenuhnya pada bantuan pangan untuk bertahan hidup karena harga bahan makanan segar yang melonjak tidak terjangkau.
Kondisi memprihatinkan juga terlihat dari fakta bahwa satu dari lima keluarga di Gaza terpaksa hanya makan satu kali dalam sehari.
OCHA memperingatkan adanya kelangkaan gas untuk memasak yang memaksa hampir tujuh dari sepuluh keluarga membakar sampah sebagai bahan bakar alternatif yang tidak aman.
