Museum Bahari Jakarta Gelar Pertunjukan Seni Nusantara
Pergelaran Seni Budaya Nusantara Indonesia yang menampilkan beragam lagu dan tarian tradisional digelar di Museum Bahari Jakarta, Jakarta Utara, Sabtu (31/10). [Beritajakarta.id]
Dorong Museum Naik Kelas
Sementara itu, Kepala UP Museum Kebaharian Jakarta, Mis Ari, menyambut baik penyelenggaraan kegiatan seni budaya di lingkungan museum. Menurutnya, museum tidak hanya berfungsi sebagai tempat menyimpan, merawat, dan memamerkan koleksi sejarah, tetapi juga perlu dikembangkan menjadi ruang publik yang memberikan kesempatan bagi masyarakat untuk berekspresi melalui berbagai karya seni dan budaya.
“Sudah seharusnya museum naik kelas menjadi ruang bagi publik untuk berekspresi dalam berbagai karya seni dan budaya. Di situlah peran dan fungsi museum sebagai tempat edukasi dan rekreasi. Jadi, nilainya tidak hanya sejarah, tetapi juga nilai rekreasinya perlu lebih ditingkatkan,” ucapnya.
Ia mengatakan, kolaborasi antara museum dan sanggar seni dapat memberikan manfaat bagi kedua pihak. Kehadiran pertunjukan seni menjadi daya tarik tambahan bagi pengunjung, sehingga mereka tidak hanya mempelajari koleksi museum, tetapi juga dapat menikmati berbagai pertunjukan budaya.
“Terlebih, Museum Bahari yang berada di Jakarta memiliki potensi menjadi ruang representasi keberagaman Indonesia melalui sajian seni dari berbagai daerah. Tidak saja budaya Betawinya tetapi seni dan budaya dari berbagai penjuru Indonesia itu bisa disajikan juga,” jelasnya.
Apresiasi dari Generasi Muda
Salah satu penari dari Sanggar Cahaya Seni Budaya, Silvia Akela Putri (15), yang membawakan Tari Kembang Mekar dari Betawi, mengaku senang dapat tampil di Museum Bahari. Menurutnya, lokasi pertunjukan memberikan pengalaman berbeda karena para penari maupun pengunjung dapat menikmati suasana museum dan mengenal koleksi sejarah selama kegiatan berlangsung.
“Ketika pengunjung datang untuk melihat sejarah di Museum Bahari, mereka juga bisa menikmati pertunjukan tari. Jadi, setelah belajar tentang sejarah, ada hiburan yang bisa disaksikan. Seru karena pengunjung bisa mendapatkan dua pengalaman sekaligus,” tuturnya.
Silvia berharap semakin banyak museum dan ruang publik di Jakarta yang terbuka terhadap kegiatan seni budaya. Menurutnya, seni tari dan sejarah dapat saling melengkapi serta menjadi bagian dari upaya memperkenalkan identitas dan kekayaan budaya Indonesia kepada masyarakat luas.
“Mudah-mudahan kolaborasi serupa dapat terus dikembangkan sehingga museum tidak hanya dikenal sebagai tempat menyimpan sejarah, tetapi juga menjadi ruang hidup bagi seni dan budaya,” tandasnya.[]
