Gencatan Senjata AS-Iran, MUI Soroti Ancaman Pengkhianatan Kesepakatan

 Gencatan Senjata AS-Iran, MUI Soroti Ancaman Pengkhianatan Kesepakatan

Ketua MUI Prof. Sudarnoto Abdul Hakim.

Jakarta (Mediaislam.id)–Majelis Ulama Indonesia (MUI) menyambut positif prakarsa gencatan senjata antara Amerika Serikat dan Iran yang dimediasi Pakistan. MUI menilai langkah tersebut sebagai upaya penting meredakan ketegangan geopolitik dan membuka peluang stabilitas ekonomi global.

Ketua MUI Bidang Hubungan Luar Negeri dan Kerja Sama Internasional, Sudarnoto Abdul Hakim, menyampaikan apresiasi kepada pemerintah Pakistan atas peran mediasi yang dinilai berani di tengah tantangan domestik yang dihadapi negara itu.

“Langkah ini merupakan perkembangan penting dalam menurunkan risiko konflik terbuka serta memulihkan kepercayaan pasar dan stabilitas energi global,” ujarnya dalam keterangan tertulis, Kamis, 9 April 2026.

Menurut dia, kesepakatan tersebut memberi ruang bagi penguatan kerja sama multilateral sekaligus menghadirkan manfaat lebih luas bagi masyarakat internasional.

Selain itu, MUI juga memandang tuntutan yang diajukan Iran mencerminkan upaya mempertahankan kedaulatan, jaminan keamanan nasional, serta penghormatan terhadap hukum internasional.

Sudarnoto menilai posisi Iran dalam perundingan relatif menguat. Ia menyebut capaian itu sebagai “kemenangan proporsional” yang diperoleh melalui jalur diplomasi, bukan dominasi sepihak.

“Ini menunjukkan keberhasilan mempertahankan martabat bangsa melalui pendekatan damai,” katanya.

Meski demikian, MUI mengingatkan potensi pelanggaran kesepakatan tetap terbuka. Sejarah hubungan internasional, kata dia, menunjukkan perjanjian kerap dilanggar melalui penafsiran sepihak, penundaan implementasi, hingga langkah terselubung yang bertentangan dengan semangat perdamaian.

Karena itu, MUI mendorong adanya mekanisme pengawasan internasional yang kuat serta komitmen politik dari kedua pihak agar kesepakatan tidak berhenti sebagai simbol. MUI juga menyoroti potensi pihak tertentu memanfaatkan momentum, termasuk dalam pelaksanaan ibadah haji, untuk memecah belah umat.

Dalam konteks politik domestik Amerika Serikat, perkembangan ini dinilai berpotensi memengaruhi posisi Donald Trump. Jika dipersepsikan sebagai keberhasilan meredakan konflik tanpa perang terbuka, tingkat kepercayaan publik terhadapnya bisa meningkat.

Lebih lanjut, MUI menegaskan gencatan senjata harus menjadi momentum menghentikan kekerasan di kawasan lain, terutama yang melibatkan Israel di Gaza, Tepi Barat, dan Lebanon. MUI mendesak Amerika Serikat menunjukkan tanggung jawab moral untuk menekan Israel menghentikan agresi.

“Perdamaian global hanya dapat terwujud jika prinsip keadilan ditegakkan secara konsisten tanpa standar ganda,” ujar Sudarnoto.*

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

4 − 1 =