Muhammadiyah Targetkan Lahir Pengusaha Muslim Besar dalam 10 Tahun

 Muhammadiyah Targetkan Lahir Pengusaha Muslim Besar dalam 10 Tahun

Foto: Muhammadiyah.or.id

JAKARTA (Mediaislam.id)— Lembaga Pengembangan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah Pimpinan Pusat (LP UMKM PP) Muhammadiyah menargetkan lahirnya pengusaha-pengusaha Muslim besar dari lingkungan Persyarikatan dalam lima hingga 10 tahun mendatang. Penguatan ekosistem usaha dinilai penting untuk mewujudkan kemandirian ekonomi umat.

Ketua LP UMKM PP Muhammadiyah Tony Firmansyah mengatakan, perubahan zaman yang berlangsung cepat, termasuk perkembangan teknologi kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI), menuntut umat Islam mampu beradaptasi sekaligus memperkuat kapasitas ekonominya.

“Saya melihat perubahan zaman begitu cepat di 10 tahun belakangan ini, ditambah lagi di era kecerdasan buatan semuanya terasa mudah,” ujar Tony dalam Pengajian Pimpinan Pusat Muhammadiyah di Gedung Dakwah PP Muhammadiyah, Menteng, Jakarta Pusat, Jumat (25/9/2026) malam, dikutip dari laman Muhammadiyah.or.id.

Tony menyoroti jumlah umat Islam dunia yang mencapai sekitar 1,8 miliar jiwa. Namun, menurut dia, besarnya jumlah umat tersebut belum sepenuhnya berbanding lurus dengan kekuatan ekonomi.

“Umat Muslim pada saat ini tidak seperti dulu. Kalau kita lihat eranya sahabat, para pengusaha Muslim di era sahabat itu meskipun mereka sedikit, tapi mereka betul-betul bersatu untuk bagaimana menegakkan agama,” ungkapnya.

Menurut Tony, gerakan ekonomi Muhammadiyah diharapkan menjadi salah satu kekuatan yang mampu mendorong munculnya pengusaha Muslim baru. Melalui gerakan tersebut, Muhammadiyah menargetkan lahirnya pengusaha besar dari lingkungan Persyarikatan dalam kurun lima hingga 10 tahun ke depan.

Tony mengingatkan, penguatan ekonomi harus tetap berjalan beriringan dengan iman dan ketakwaan. Kesuksesan bisnis, kata dia, tidak hanya dapat diukur berdasarkan besarnya kekayaan, tetapi juga kemampuan pengusaha menjaga nilai-nilai agama.

“Kekayaan itu bisa bikin kita terlena. Yang saya lihat, bahkan jika seseorang semakin kaya itu ia semakin bertingkah. Jadi banyak sekali godaannya,” ujarnya.

Untuk membangun kemandirian ekonomi umat, LP UMKM PP Muhammadiyah menyiapkan lima strategi. Salah satunya membangun basis data dan peta potensi ekonomi warga melalui Serikat Usaha Muhammadiyah (SUMU). Jaringan tersebut hingga kini telah menghimpun sekitar 3.000 pengusaha Muslim.

Strategi berikutnya ialah mencetak pengusaha baru melalui pendampingan dan inkubasi usaha sehingga pelaku usaha mikro dapat naik kelas. Muhammadiyah juga berupaya menghubungkan UMKM dengan pasar yang lebih luas.

“Ini karena masih banyak pengusaha yang mengeluh untuk mendapatkan akses pasar, keterbatasan ilmu dan jaringan,” tutur Tony.

LP UMKM juga tengah menyiapkan aplikasi yang dapat digunakan untuk memetakan dan menghubungkan para pengusaha berdasarkan jenis usaha dan tingkat omzet. Langkah tersebut diharapkan dapat memperkuat jaringan bisnis di lingkungan Muhammadiyah.

Strategi lainnya adalah membangun usaha produktif bersama melalui kolaborasi. LP UMKM telah merancang konsep koperasi yang diharapkan menjadi wadah penyediaan bahan pangan murah dan berkualitas sekaligus menopang kemandirian pangan Persyarikatan.

Muhammadiyah juga mendorong pengembangan dana sosial menjadi instrumen pemberdayaan ekonomi. Orientasinya adalah mendorong masyarakat yang semula menjadi penerima bantuan agar mampu mandiri dan pada akhirnya turut memberdayakan masyarakat lainnya.

“Jadi pengusaha-pengusaha kita yang tadinya mikro kemudian naik menjadi menengah, menengah menjadi besar. Melalui sistem itu, kita harapkan nanti mereka dapat melakukan pemberdayaan. Merubah yang tadinya penerima zakat lalu ke depannya dapat menjadi pembayar zakat,” pungkasnya.

Penguatan ekonomi tersebut melanjutkan upaya LP UMKM dalam mendorong UMKM Muhammadiyah naik kelas. Pada 22 September 2026, lembaga tersebut juga menggelar Business Matching Program Inklusi Keuangan UMKM Binaan Muhammadiyah untuk mempertemukan pelaku UMKM dengan lembaga keuangan sekaligus membuka peluang kolaborasi usaha.*

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

10 − nine =